Senin, 07 November 2022

Selingkuh Bukan Hanya Milik Pria


Siapa yang sering mengalami sakit kepala tiba-tiba, baik setengah maupun seluruh kepala?

Menurut ilmuwan Italia dari University of Turin, orang yang tidak setia memiliki risiko lebih sering menderita sakit kepala. Hal ini merupakan akibat bahwa orang yang berselingkuh, cenderung lebih sering mengalami tekanan dan stres. Dan dari studi terbukti, hanya 14% istri yang selingkuh jika dibanding dengan para suami yang mencapai 22%.

Mengapa orang berselingkuh?

Paulo Coelho dalam bukunya yang berjudul Selingkuh mengatakan, “Cinta tidak cukup dan tidak pernah cukup. Cinta baru cukup jika dilengkapi dengan setia.” Tak harus selalu se-ia untuk setia.

Pertanyaan kuncinya, setiakah kita? Tanyakan ke diri masing-masing.

Teringat sebuah pernyataan sederhana:

“Carilah pasangan yang mencintai dan setia pada Tuhannya. Karena jika kepada Tuhan-nya saja dia tidak setia, jangan berharap ia akan setia kepadamu.”

Dan kata kuncinya, “Daripada menduakan, lebih baik mendoakan.”

Rabu, 21 September 2022

Membatasi diri bergaul dengan lawan jenis

Saat ini masyarakat Indonesia digemparkan dengan tersebarnya berita terkait perselingkuhan yang dilakukan oleh Reza Oktavian atau yang biasa disebut dengan Reza arap. Bahkan berita tersebut sempat menjadi trending topik beberapa hari di Twitter lantaran Reza arap adalah public figure yang banyak disorot oleh media. Dalam kasus ini Reza bahkan sempat digosipkan dekat dengan salah satu artis wanita yang berinisial R. Dan sempat menjadi buah bibir para netizen di media sosial.

Namun, tahukah teman-teman bahwa sebab terjadinya perselingkuhan itu mungkin bukan karena didasari niat. Bisa saja hal tersebut muncul karena adanya momen yang di mana momen tersebut bisa disebabkan karena sering bertemu ataupun obrolan yang sangat mendalam antara laki-laki dan perempuan yang mungkin dua-duanya sama-sama memiliki pasangan. Ya, mungkin di awal dari salah satu pihak akan mengatakan "ya kan cuma temen nggak lebih" tetapi dengan kata-kata tersebut bisa berefek akibat kesalahan yang terus dibiarkan.

Mungkin dari kalian masih mengingat pepatah jawa yang mengatakan "tresno iku jalaran Soko kulino" yang artinya "cinta itu bisa tumbuh karena terbiasa". Terbiasa Jalan berdua, terbiasa meluangkan waktu berdua, bahkan terbiasa curhat tentang kekurangan pasangan masing-masing. Hal tersebut bisa memicu adanya perselingkuhan. Disadari atau tidaknya tergantung bagaimana kalian menanggapinya.

Biasanya orang yang selingkuh awalnya tidak sadar bahwa mereka melakukan perbuatan yang mungkin menyakiti hati pasangan. Karena kamu mengira toh cuma teman dan teman kamu sudah memiliki pasangan ataupun tidak, kamu tidak memiliki batasan antara satu dengan lainnya. Akibatnya tingkat keintiman kamu dengan pasanganmu bisa kurang harmonis lantaran kamu lebih nyaman bercerita dengan teman lawan jenismu.

Memang tak salah pertemanan antara laki-laki dan perempuan. tapi yang salah adalah bagaimana cara kamu membatasi pertemanan tersebut. Apalagi notabenya kamu sudah tahu bahwa kamu memiliki pasangan dan kamu harus bisa menjaga batasan mana yang teman dan mana yang harus dilakukan sebagai seorang yang lebih dari teman. Kebanyakan orang-orang lupa dengan hal itu, sehingga dia tak sadar bahwa mereka sudah terjerat dalam lingkaran setan. Dampak dari perbuatan seperti itu hubunganmu bisa saja renggang atau hancur jika terus dibiarkan.

Sebagai manusia yang mungkin memiliki perasaan. Kita harus meminimalisir hal tersebut dengan cara kita berpikir lagi kedepannya "jikalau saya diperlakukan seperti ini, apakah saya marah atau tidak ?" Dan bagi para pasangan lebih dipertanyakan lagi sejauh mana hubungan kalian dan apa yang harus dievaluasi kedepannya agar hubungannya lebih baik lagi. Memulai obrolan yang bisa diselesaikan bersama-sama dan menemukan jalan keluarnya. Jika ada masalah, jangan lari ke teman atau sahabat yang lawan jenis karena hal tersebut bisa memicu rasa kenyamanan dari salah satu pihak baik laki-laki ataupun perempuan.

Sebaik apapun hubungan kalian dengan teman lawan jenis. Seharmonis apa kamu, kamu harus punya batasan, karena jika kamu tidak memiliki batasan yang ada bisa terlewat batas. Ingat ! segala sesuatu yang berlebih itu tidak baik termasuk berhubungan intens dengan lawan jenis.

Selasa, 12 Juli 2022

STAYING POWER

Tahukah kamu bahwa konsentrasi dan daya tahan dibutuhkan untuk mencapai sesuatu dalam hidup kita? Kita masing-masing harus dapat bertahan, seperti seseorang yang sedang mendaki sebuah gunung. Walau diserang rasa lelah, penat dan letih seseorang mendaki akan mencoba bertahan sekuat tenaga. Dengan kekuatan bertahan, ia mencoba menggapai bukit di atasnya dan akhirnya sampai di puncak dan memperoleh kemenangan. Sebenarnya kesulitan yang datang di dalam hidup memberikan kita latihan untuk bertahan, sehingga bila dapat mengatasinya kita dapat dikuatkan untuk mengatasi kesulitan yang lebih besar lagi.

Christopher Columbus yang berhasil membuktikan bahwa bumi ini bulat mengalami banyak pergumulan saat hendak mengelilingi bumi untuk membuktikannya. Ia membutuhkan sponsor untuk ekspedisinya. Lalu ia mencoba mendekati jones raja Portugis, kemudian pangeran medinasili dari Spanyol serta raja dan ratu dari kastil Spanyol. Namun, usahanya gagal. 10 tahun sudah lewat, tetapi ia tetap bertahan untuk mencapai cita-citanya. Akhirnya pada April 1492 ratu dari kastil bersedia menjadi sponsor bagi ekspedisinya. Pada 12 Oktober 1492 ia mendarat di Amerika Utara. Columbus berhasil menemukan dua benua baru, Amerika dan Australia, karena mempunyai kekuatan bertahan.

Masalah dalam hidup ini datang silih berganti seakan tidak pernah berhenti untuk itu kita membutuhkan staying power. Dr.john Haggai institute mengatakan, "walaupun persoalan hidup kita selalu menggunung, tetapi kita akan dapat mengatasinya bila mempunyai kekuatan bertahan dan menjalaninya satu persatu." Selamat berjuang dan perkuatlah daya tahan Anda setiap hari!

Hanya orang yang bertahan sampai titik akhir yang akan mencapai puncak kemenangan.

Minggu, 03 April 2022

Cintailah pasanganmu apa pun kondisi Dan keadaanya

Tau kah kenapa setelah menikah dan mempunyai anak wanita jadi berubah.
Bukan dari sikap atau tingkah laku tapi semuanya berubah.

Karena banyak beban yang dia pikul di pundaknya setelah berumah tangga ..

Awal menikah wanita tak sesibuk saat mempunyai anak.

Awal menikah wanita lebih suka bersua di banding bertengkar.

Awal menikah banyak canda tawa tanpa beban.. Namun setelah mempunyai anak wanita di tuntut dewasa dan pintar.

Harus pandai membagi waktu
Harus pandai mengurus anak dan suami
Harus pandai membagi uang belanja.
Harus pandai mengurus rumah pula.

Pernah kah terpikir terbuat dari apa wanitamu sehingga pandai dalam segala hal.
Pernah kah terlintas di pikiranmu terbuat dari apa tulang wanitamu
Sehingga tak pernah lelah walau silih berganti mengurus anak anakmu dari kecil hingga sampai saat ini ..

Wanita hanya manusia biasa namun banyak hal yang harus ia tanggung jawab kan..
Dan jika wanitamu marah" itu hanya karena dia lelah namun tak bisa mengatakan secara langsung.

Dan jika wanitamu marah" itu hanya karena dia ingin di perhatikan
Dan jika wanitamu marah" itu hanya sebatas ungkapan hati..

Sesekali pandang lah raut wajahnya.
Lalu banding kan
Sebelum kalian menikah dan setelah menikah.

Sebelum menikah badannya langsing, wajah yang cantik, tangan yang lembut, rambut yang rapi..boleh di bilang sempurna.

Namun setelah menikah dia abaikan segala hal tentang dirinya dan lebih mendahulukan suami dan anak anaknya..

Oleh karena itu Cintailah pasanganmu apa pun kondisi Dan keadaanya

Semoga keluarga kita akan selalu menjadi keluarga sakinah mawadah dan warahmah ..

🤲 Aamiin Ya Rabbal'alamin

Rabu, 09 Februari 2022

Sediakanlah Perpustakaan khusus

Belakangan Ini, marak munculnya buku-buku yang menuai kontroversi karena kontennya yang tidak mendidik dan dinilai menyesatkan. Mulai dari buku yang bercerita tentang istri simpanan dalam cerpen "bang Maman dari Kali pasir", ajaran komunis di Indonesia, hingga buku "kisah menarik masa kecil para nabi" yang pernah santer diberitakan di Media Indonesia.

Buku-buku yang bermasalah tersebut akhirnya ditarik dari pasaran oleh pemerintah. Lebih tragis lagi jika ada buku-buku yang dibumihanguskan untuk selamanya karena dinilai menyesatkan. Bagaimanapun, buku-buku tersebut tetaplah karya anak bangsa yang patut mendapat apresiasi karena telah turut meramaikan perbukuan Indonesia.

Membuat suatu karya bukanlah perkara yang mudah, karena tidak semua orang bisa membuatnya. Dibutuhkan sebuah ide, kreativitas serta waktu yang lama untuk membuat suatu karya. Hemat penulis, buku-buku yang bermasalah tidak perlu digunakan bahkan dibumihanguskan untuk selamanya. Pemerintah harus menyediakan perpustakaan khusus untuk buku-buku khusus pula. Perpustakaan khusus ini untuk menyimpan, melestarikan dan memanfaatkan buku-buku yang bermasalah. Hanya orang-orang yang bertujuan khusus yang diperbolehkan untuk mengakses atau memanfaatkan buku-buku tersebut.

Misalnya untuk penelitian dari hasil penelitian inilah nantinya akan menelurkan suatu karya baru yang berguna bagi orang banyak. Dengan demikian, karya negatif tidak selamanya menimbulkan dampak yang negatif pula. Karena bagaimanapun bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai setiap karya anak bangsa serta mampu bersikap positif dalam segala hal.

Minggu, 06 Februari 2022

EPILOG : Sifat Karna yang pemberani

Kisah Karna tidak berakhir sampai dengan kematian karena saja. Karna banyak mengajarkan pelajaran tentang kesetiaan, persahabatan dan arti sebuah pemikiran. Walaupun akhirnya Karna harus mati ditangan saudaranya sendiri, tapi Karna telah membuktikan bahwa dirinya adalah orang yang setia dengan janji dan berpegang teguh pada kebenaran. Walaupun terkesan angkuh ia sejatinya iyalah sosok yang murah hati dan dermawan, itu terbukti dari ia yang memberikan amal apa saja ketika ia sedang melaksanakan ritual paginya. Dan di situ dewa Indra yang menjelma sebagai Brahma meminta perisai dan anting yang digunakannya agar tidak digunakan ketika melawan anaknya di perang baratayuda nanti.

"Jika kebenaran adalah suatu hal yang harus dipegang teguh, maka kebenaran itu bukanlah hal yang murni. Tapi, jika kebenaran ada di dalam diri manusia dan ia senantiasa menjaganya Maka itulah kebenaran hakiki ".

Bahkan dari akhir kisah Karna sendiri, dapat diambil sifat Karna yang berpegang teguh pada pendiriannya, ia rela dimusuhi oleh masyarakatnya sendiri bahkan dijauhkan dari orang tuanya. Hal ini harusnya dapat dipelajari oleh para pemuda generasi saat ini karena sifat kritis harus dijunjung tinggi walaupun resikonya berdampak besar bagi kehidupan kita. Banyak orang yang tak berani mengambil tindakan yang dianggapnya benar tapi tidak sesuai dengan lingkungannya mereka hanya berani mengambil zona amannya saja tanpa berpikir bagaimana ke depannya dan seperti apa. 

Bahkan Karna rela dijauhi oleh masyarakatnya dan teman-teman sebayanya karena sifatnya yang terlalu berambisi ingin menyetarakan kasta mereka (masyarakat) dengan para manusia lainnya. Walaupun pada akhirnya Karna sendirilah yang memakan buah simalakama di akhirnya. Tetapi keberanian karena patut diacungi jempol karena tak ada ksatria yang berani melakukan hal seperti itu. Rela dibenci demi untuk menjaga Marwah dan martabat saudara dan teman temannya.

Walaupun Karna dilambangkan sebagai orang yang sombong tapi kita lihat, bahkan Karna lah yang melindungi seluruh adik-adiknya dalam peperangan baratayuda. Ia hanya mengejar seorang Arjuna tapi dia tak akan membunuh Arjuna karena dia tahu bahwa takdirnya ada ditangan Arjuna. Kematian Karna menyisakan duka yang begitu dalam bagi masyarakatnya, karena mereka kehilangan sosok pahlawan yang telah mengharumkan nama mereka. Ia yang melambangkan seluruh perbuatan baik ataupun jahat di bumi itu ialah murni. Ia yang tak pernah berbuat seperti kebaikan Pandawa karena hatinya yang masih bimbang. Dan yang memiliki keteladanan akan nilai-nilai kehidupan yang dapat dipelajari oleh generasi berikutnya telah berakhir.

Sisi lain Si Angkuh "KARNA" Yang menginspirasi

Dalam setiap institusi pendidikan mengajarkan dan menceritakan akan keindahan dari karya sastra yang sangat luar biasa ini. Tak banyak penikmat sastra yang benar-benar mendalami makna serta nilai-nilai kehidupan dari kisah wiracarita Mahabharata. Sejauh ini kisah dari Mahabharata sendiri selalu diakhiri dengan kemenangan para Pandawa melawan 100 Kurawa saudaranya dan membunuh para komplotan penjahat Hastinapura.

Ada salah satu tokoh yang penting dalam cerita Mahabharata ini. Ia adalah raja Angga Karna. Tokoh antagonis dalam cerita Mahabharata. Dalam wiracarita Mahabharata Karna selalu digambarkan sebagai orang yang sombong dan watak yang sangat keras. Kelahiran Karna merupakan anak dari dewa Surya dan ibu kunti ketika tak sengaja meminta doa.

Siapa sangka, anak yang dilahirkan dan dibuang oleh ibu Kunti dialiri ke dalam sungai itu bisa menjadi Ksatria yang sangat hebat bahkan dapat melebihi anak ketiga dari ibu Kunti sendiri dengan perkawinan Pandu dewanata yaitu Arjuna. Takdir mengatakan bahwa Karna adalah saingan terberat dari pangeran Arjuna bahkan senjatanya pun dapat melebihi senjata-senjata yang dimiliki oleh Arjuna sendiri. Namun dibalik dari perwujudannya yang sangat arogan ini banyak nilai-nilai yang dapat diselami dari tokoh Karna.

Takdir raja Angga Karna
Takdir merupakan sesuatu yang para dewa tak dapat menyalaminya. Hal yang tak dapat diselami oleh akal rendah manusia, tak dapat ditolak, hanya dapat dihadapi. Namun keserakahan manusia tak jarang ingin mencegah datangnya hal itu.

Mengenai takdirnya raja Angga Karna telah mengetahui bahwa kelak ia akan terbunuh dalam keadaan yang tak berdaya ia tak memegang senjata dan ia akan kehilangan semua ilmu yang telah dipelajarinya oleh Parasurama ketika ia belajar di padepokan Sang guru. Mengetahui tentang takdirnya tersebut ia tidak menolaknya, tidak lantas dengan serakah memburu seseorang yang bisa membunuhnya bahkan ketika ia tahu bahwa yang membunuhnya sendiri adalah adiknya yang bernama Arjuna. bahkan ia tahu bahwa di dalam peperangan baratayuda ia akan berhadapan dengan saudara-saudaranya. Tak bergeming untuk tidak ikut di dalam peperangan tersebut tetapi malah justru karena memuliakan saudara-saudaranya yang berada di medan pertempuran kurusetra.

Raja Angga Karna mungkin bisa dikatakan sebagai manusia yang mulia dibandingkan dengan manusia lainnya. Meski ia adalah lambang dari orang yang sombong dan tak ingin mengikuti suatu peraturan. Hidup dan mati bukanlah masalah bagi raja Angga Karna. Bahkan seluruh manusia yang berada di kurusetra menangis ketika mendengar kabar bahwa raja Angga Karna telah menghembuskan nafas terakhirnya.

Alkisah, ia juga pernah sempat putus asa karena ia bimbang ia ingin membela adik-adiknya ketika perang di Kurukshetra atau membela sahabatnya yang telah membesarkan namanya. Hal itu membuatnya tersiksa bahkan menjadi kesalahan terbesar dalam hidupnya. Namun Krisna memberi nasihat kepada Karna bahwa dirinya. Penderitaannya ada karena karmanya sendiri untuk menyeimbangkan antara Dharma dan Adharma dibumi.

Tanpa adanya Karna mungkin Bharatayudha tak akan seru dengan kehadiran pemanah ulung seperti sosok dirinya. Sampai akhirnya karena menyetujui bahwa Karna memilih ikut dalam pasukan Kurawa dalam memerangi adik-adiknya yaitu Pandawa. Padahal dia tahu bahwa Kurawa adalah pihak yang salah. Tapi lebih salahnya lagi jika ia memilih para adik-adiknya ia akan mencemari nama dari Pandawa sendiri karena ia mempunyai saudara yang berkhianat terhadap kerajaan dan akan menodai kesucian dari ibu Kunti karena kelahirannya.

Keteguhan hati sang Karna
Bertahun-tahun sebelum para Pandawa dilahirkan. Karna sudah merasakan penderitaan yang amat dahsyat dalam hidupnya. Iya bertemu dengan para petinggi kerajaan yang menginjak-injak harga diri dan martabat keluarganya yang hanya seorang kusir dari kasta rendah. Karena keserakahannya, para petinggi itu tak menghargai bahwa Karna juga mempunyai bakat terpendam dalam menggunakan senjata beladiri dan tak pernah memuliakan para kaum yang sama dengannya.

Bertahun-tahun Karna menjalani hidup yang sangat tak mengenakkan. Sampai akhirnya karena memutuskan untuk keluar dari zona nyamannya mencari guru yang yang bisa mengajarinya nya sampai ia ahli dalam bermain senjata dari situlah perjalanan Karna dimulai. Bahkan Karna mendapatkan penolakan dari guru yang agung yaitu Durna untuk belajar ilmu darinya dengan alasan bahwa Karna bukan merupakan dari anak pangeran kerajaan.

Karena hal itu Karna menjadi sakit hati dengan Durna dan ia berjanji ketika ia kembali nanti ia akan menjadi pemanah yang handal bahkan melebihi semua murid-muridnya. Dan sampai akhirnya karena menemui padepokan Parasurama dengan menyamar sebagai Brahma untuk belajar beladiri dan bersenjata. Dan Karna akhirnya diterima sebagai murid dan belajar di padepokan Parasurama.

Tahun demi tahun berlalu, Karna remaja kini sudah menjadi Karna yang piawai dalam memainkan senjata dan ilmu beladiri, akhirnya menemui ingin Durna. Dan ia melihat bahwa Durna sekarang sudah diangkat menjadi panglima kerajaan Hastinapura karena ia telah berhasil mencetak para pangeran Hastinapura menjadi pangeran yang handal dalam bersenjata dan beladiri. Tak ingin ketinggalan, Karna akhirnya mengikuti acara pangeran di kerajaan Hastinapura ia masuk tanpa permisi dan akhirnya ia menjadi bahan cemoohan lagi di masyarakat karena ia dinilai sebagai orang yang tak beradab masuk tanpa permisi di dalam acara besar yaitu acara kelulusan para pangeran Hastinapura.
Menjemput kematian
Tak banyak orang yang tahu bahwa Karna sudah mengetahui takdirnya sebelum perang kurusetra berlangsung. Tetapi karena teguh menjalani pendiriannya dan ada di pasukan Kurawa. Yang ia hadapi adalah adik adiknya sendiri yang mana tega bahwa Karna membunuh adik adiknya yang terlahir dari rahim ibu Kunti. Hanya karna yang tahu dan Karna berjanji kepada ibu Kunti ia tak ingin bahwa identitasnya diketahui oleh para adiknya yang membuat mereka tak bergairah ketika perang baratayuda berlangsung.

"Aku tak ingin jika identitasku diketahui oleh adik-adikku, ibu hanya boleh memberi tahu identitas ku ketika pertarungan ku dengan Arjuna sudah selesai, entah aku yang akan kalah atau Arjuna yang akan kalah. Jika arjuna yang kalah aku sendiri yang akan memimpin para pasukan Pandawa untuk melawan para Kurawa. Apabila aku yang kalah tolong makamkan lah aku selayaknya aku adalah kakak mereka."

Sebagaimana seorang ksatria ia terlahir untuk memegang senjata dan ia akan mati dalam keadaan memegang senjata juga. Yang mengakhiri kisah dari kehidupan Karna ialah terhubusnya anak panah dari Arjuna yang menembus lehernya dan Karna akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Minggu, 02 Januari 2022

Sosok Gus Rouf yang Kealiman dan Kecerdasannya Setara dengan Gus Baha’

Almarhum Gus Rouf adalah kakak kandung dari Gus Baha’ yang mempunyai Nama lengkap Kyai Abdul Rouf Nur Salim adalah putra kedua Al Maghfurlah KH Nur Salim Pendiri pondok pesantren LP3iA Narukan-Kragan, Rembang.

Gus Baha’ adalah putra ketiga Al Maghfurlah KH. Nur Salim. Sedangkan Gus Rouf ini wafat beberapa tahun yang lalu sebelum viralnya Gus Baha’ di media social sebagai syaikhul youtube (Guru Youtube).

Siapa sih yang tidak kenal Gus Baha’ ? Kyai asal Rembang kelahiran Rembang 15 Maret 1970 kini masuk di jajaran Ro’is Syuriyah PBNU. Beliau ulama’ ahli Tafsir Al Qur’an yang merupakan murid kesayangan Al Maghfurlah KH. Maimoen Zubair Sarang yang saat ini menggemparkan media sosial dengan ceramah-ceramahnya yang mampu menghipnotis semua kalangan.

Almarhum Gus Rouf adalah kakak Gus Baha’ yang bertempat tinggal tidak jauh dari rumah Gus Baha’ hanya berjarak sekitar 50 meter dan masih di komplek Ponpes LP3iA, beliau wafat tanggal 07 April 2017 M / 21 Rojab 1439 H beliau meninggalkan seorang istri dan dua orang putra yaitu Gus Muhammad (9 th) dan Gus Adam (6 th).

Diceritakan oleh K. Moh. Thoyib yang akrab sehari-hari dipanggil Mbah Oyek yakni salah satu santri Almaghfurlah KH. Nur Salim “ saya waktu mondok di kyai Nur Salim saya tidur di ndalem beliau, sehingga saya sering komunikasi dengan putra-putra beliau terutama Gus Rouf, hampir setiap malam saya di suruh membuatkan makanan kesukaaan beliau yaitu Mie Ayam dan kopi karena beliau tidak pernah tidur pada malam hari, Gus Rouf ini persis sekali dengan Gus Baha’ terutama dalam hal memakai kopyah atau songkok yang selalu miring dan rambutnya kelihatan”.

Mbah Oyek yang juga Pengasuh Yayasan Pendidikan Al Qur’an “HIDAYATUL QUR’AN” Tegal Mulyo Kragan ini mengatakan bahwa antara Gus Rouf dan Gus Baha’ mempunyai kesamaan yaitu sama-sama Ahli Al Qur’an dan Da’imul wudhu’ atau selalu melanggengkan Wudhu’.

Pernah ketika saya muthola’ah menghafal al Qur’an seingat saya Juz 17 Tiba-tiba Gus Rouf lewat di depan saya dan membenarkan bacaan saya yang salah sambil berkata “saya ini gak hafal Al Qur’an, tapi kalau ada orang baca Al Qur’an saya bisa meneruskan dan membenarkan kalau ada bacaan yang salah” ungkap mbah Oyek yang juga menjabat sebagai ketua Lembaga Da’wah PC. NU Lasem (LD PCNU Lasem) ini.

Diceritakan juga oleh Damarjati Ali Marwazi teman sepondok Gus Rouf asal Mayong Jepara “Gaya bicara, penampilan serta gaya berjalan maupun gaya yg lain 11 – 12 dengan Gus Baha’, Lah iya wong kakak beradik kok Kecerdasannya juga sebanding dan seimbang”.

“Yang membedakan Gus Rouf dan Gus Baha’ kendati sama-sama Mondok di Sarang, ternyata Gus Rouf mondok di Pondok Pesantren Ma’hadul ‘Ulum Asy-Syari’yyah (MUS) yang waktu itu di asuh Almaghfurlah KH. Abdur Rohim Ahmad sedangkan Gus Baha’ mondok di pondok pesantren Al Anwar yang di asuh al maghfurlah KH. Maimoen Zubair” terang Damarjati Ali Marzawi.

Beliau Almarhum Gus Rouf kalau belajar serius banget, namun tetap humoris ketika musyawarah dan banyak tawa ketika bercanda,” jelasnya. Bahkan Damarjati Ali Marwazi ini beberapa kali mampir di ndalem (rumah) beliau (Gus Rouf) sebelum meninggal dunia. “Saya malah tidak sowan Gus Baha’ meskipun satu rumah, karena belum viral, he he…,” kelakarnya.

Menurut Damarjati, kakak kandung Gus Baha’ tersebut adalah penghuni kamar 51 paling ujung, nomor kamar santri paling bontot. Sedangkan dirinya menghuni kamar 49, Ponpes MUS kompleks Darul Ulum (DU) barat paling dekat dengan MGS (Madrasah Ghozaliyah Syafi’iyah).

Yang paling teringat dan tak pernah lupa imbuh Damarjati Ali Marwazi adalah komitmen almarhum Gus Rouf untuk selalu menghidupkan malam dengan muthola’ah (Belajar dan Membaca kitab).

“Far… Kita jaga Darul Ulum (DU) barat ini jangan sampai lampu padam karena tidak ada yang belajar dan muthola’ah. Kalo sampean, sudah ngantuk bangunkan saya, kalo saya capek ntar kita ngopi, ha ha ha,” canda Gus Rouf.

Tapi kata-kata Gus Rouf benar-benar nyata, DU (Darul Ulum) barat bertahun-tahun lampu terasnya tidak pernah mati. “Lampu teras tidak pernah mati karena ada yang belajar dan mengaji. Ndak tahu setelah itu. Setelah saya boyong ke Kudus,” jelasnya.

Menurut Damarjati, andai beliau Gus Rouf belum dipanggil Allah SWT (wafat) , mungkin ada Matahari kembar yang moncer menerangi Indonesia dalam berdakwah.

“Keduanya sama-sama cerdas, luwes, lugas, humoris dan dicintai Umat Islam Nusantara ini. Yaitu kakak beradik Gus Rouf dan Gus Baha’” Ungkapnya.

“Malah yg sering membangunkan Gus Rouf adalah beliau yg mulia dan akhlaqnya luar biasa Almarhum Gus Adib (KH. M. Adib Abdurrohim) yang setahun yang lalu telah sowan kehadirat Allah SWT, Setelah bangun lanjut musyawarah. Jadi tidak ngantuk lagi sampai larut malam bahkan menjelang Shubuh, karena sudah tidur walau satu jam dan sudah berkeringat karena debat bermusyawarah. Setelah Musyawarah inilah setiap malam saya selalu bersama Almarhum Gus Rouf. Karena saya puasa Dala’il Khoirot jadi ada alasan untuk bisa makan Sahur di akhir malam” damarjati menambahkan.

“Semoga bermunculan generasi-generasi seperti Gus Rouf dan Gus Baha’. Semoga Almarhum diampuni segala dosanya, diterima amalnya dan dimuliakan di sisi-Nya…Aamiiiiin. Al Fatihah…,” kata Damarjati.

By: H Abdul Hakim

Sabtu, 01 Januari 2022

Cerita tentang katak kecil

Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil yang menggelar lomba lari, tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi.

Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara untuk menyaksikan perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta.....

Perlombaan dimulai... Secara jujur tak satupun penonton benar-benar percaya bahwa katak-katak kecil akan bisa mencapai puncak menara.

Terdengar suara: "oh, jalannya terlalu sulit!, Mereka tidak akan pernah sampai ke puncak "atau" tidak ada kesempatan untuk berhasil ".

Menara terlalu tinggi...!!. Kata-kata kecil mulai berjatuhan. Satu per satu, kecuali mereka yang tetap semangat menaiki menara perlahan-lahan, semakin tinggi... Dan semakin tinggi.

Penonton terus bercorak "terlalu sulit! Tak ada seorangpun akan berhasil".

Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah.... Tapi ada satu yang melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi.... Dia tak akan menyerah!.

Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali satu kata kecil yang telah berusaha keras menjadi satu-satunya yang berhasil mencapai puncak!.

Semua katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya ?. Seorang peserta bertanya bagaimana cara katak yang lain berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan ?. Ternyata... Katak yang menjadi pemenang itu tuli.

Pesan Moral :
Jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis, karena mereka mengambil sebagian besar mimpimu dan menjatuhkannya darimu.

Selalu pikirkan kata-kata bertuah yang ada. Karena segala sesuatu yang kau dengar dan kau baca bisa mempengaruhi perilaku mu!.

Karena itu: tetaplah selalu.... POSITIVE!. Dan yang terpenting: berlakulah TULI jika orang berkata kepadamu bahwa KAMU tidak bisa mencapai cita-citamu!. Selalu berpikir lah, bahwa kita bisa!.