Senin, 11 November 2024

Hope 2

Dari tulisan yang pertama tadi gua mencoba untuk mengungkapkan Apa itu Harapan. Pada dasarnya setiap orang itu pasti memiliki harapan, begitupun gua tapi di sini yang ditekankan adalah harapan untuk hidup gua ke depannya. kita semua tahu bahwa sebelum dari cerita ini dibuat gua memiliki kisah jalinan Asmara dengan seseorang yang bisa gua anggap istimewa. 

Bagaimana tidak kita sama-sama membangun motivasi diri kita untuk berkembang lebih baik lagi. Kita menjalin hubungan itu bukanlah waktu yang sebentar yaitu delapan tahun, kita sama-sama mengejar cita-cita. Gua yang lebih memilih untuk mencari ilmu di Jawa Tengah sedangkan dia lebih berani lagi beberapa puluh kilo dari tempat gua mencari ilmu yaitu di Jawa Timur. Harapan itu kita bangun sama-sama karena kita mempunyai tujuan, yaitu ingin dibawa kemana hubungan ini.

Sampai dimana tahun-tahun awal ketika kita menjalani sebuah hubungan kita tidaklah merasakan sebuah rintangan yang berat. Tetapi rintangan itu datang ketika hubungan kita sudah menginjak usia yang ketujuh tahun ,yang dimana waktu itu gue sudah lulus sekolah dan melanjutkan studi gua untuk berada di bangku perkuliahan di Jakarta. Memang umur kita terpaut beberapa tahun yang sehingga kita tidak bisa menyepakati akan kemana kita akan berlabuh. Gua coba berbagai cara untuk membujuk pujaan hati gua tetap ada di kota gua ini. Ya tapi balik lagi Setiap orang pasti memiliki harapannya masing-masing, punya tujuannya masing-masing yang di mana waktu itu dia memilih untuk tetap fokus pada jenjang pendidikannya di tempat ia menimba ilmu. Gue tidak menyalahkan hal tersebut karena itu adalah jalan yang terbaik yang diambil

Mulai dari situ ada pergolakan hati di mana kita berdua sama-sama memiliki perasaan takut kehilangan satu sama lain, terlebih dia yang melihat gua di sini lebih gampang untuk berbaur kepada lawan jenis. Dan secara tidak langsung hal yang ia takutkan pun terjadi, sampai akhirnya dengan beberapa pertimbangan yang ada, kita memilih untuk sama-sama tidak memiliki ikatan. Dimana saat itu memang sangat gue yang sangat disalahkan karena gue merasa dia adalah orang yang terbaik buat gua sampai-sampai gue depresi kalah itu. Ya Gimana nggak depresi, gua punya tujuan yang udah gua bangun sejak hubungan ini dimulai, tapi harus Kandas dengan problematik yang mungkin menurut gua terlalu dini untuk cepat diselesaikan. 

Beberapa waktu setelahnya memang dia mengajak kita memulai lagi hubungan tersebut. Tapi, dari keputusan yang dia ambil pertama Gua merasa itu adalah keputusan terbaik untuk kita. Karena ini adalah jalan yang tepat untuk kita sama-sama memperbaiki diri kita masing-masing. Ya terkadang begitu, Harapan adalah sesuatu yang benar tapi harapan juga yang bisa membuat kekacauan. Dari kekacauan-kekacauan tersebut harapan berperan Andil dari kisah gua ini.

Harapan gua yang ingin menjadi lebih baik lagi supaya bisa memperbaiki diri gua untuk bisa bersama dia. Begitupun dia, Mungkin dia akan memantaskan diri lagi bagaimana nanti ketika ia akan bersama dengan orang yang dicintainya. Kita sama-sama mempunyai Harapan dan dari harapan tersebut kita harus mengorbankan sesuatu yang istimewa yaitu hubungan. Tapi yang akan kita dapat nantinya adalah sesuatu yang Istimewa.

Gua sudah lulus berpendidikan dan Sekarang saatnya gua untuk mengejar karir gua dan memperbaiki diri gua, Alhamdulillah hari ini gua sudah menjejaki diri gua dengan beberapa pengalaman di tempat kerja yang berbeda, bertemu dengan orang-orang baru, bertemu dengan momen-momen yang lebih menantang dan sampai di titik ini gue sudah sampai di karir yang di mana memiliki letak strategi di suatu perusahaan yaitu Quality Control (QC). Begitupun dia, kabar yang gua dapet dia adalah orang yang sudah luwes di depan umum, Sudah berani untuk berinteraksi dan menyampaikan pendapatnya serta sangat dikagumi oleh teman-temannya.

Mendengar kabar itu gua adalah orang yang senang dengan proses dan hasil yang ia dapatkan setelah kita memutuskan untuk hidup masing-masing. Entah tujuan kita mau ke mana nantinya, Yang jelas kita sama-sama memiliki harapan. Jika memang yang terbaik buat kita bersatu mungkin kita akan dipertemukan. tetapi jika kita tidak akan dipersatukan kita sudah punya hasil dari tujuan kita masing-masing.

Seperti kutipan yang gua kutip di akhir statement gua di tulisan sebelumnya ialah "bahwa untuk membuat ini tidak kacau kita harus melihat sesuatu yang lebih dari sekedar harapan, lebih dari salah dan benar, melihat melalui amorpati atau mencintai Takdirmu. Daripada mengharapkan sesuatu lebih baik menjadi sesuatu" Ya mungkin saat ini kita masih sama-sama mencintai takdir kita masing-masing. Entah bersatu atau tidaknya, entah bagaimanapun ceritanya. Kita akan menjadi sesuatu yang lebih baik daripada kita sebelumnya. 

Terima kasih sudah menjadi rentetan cerita dan karya yang pernah gua buat. Terima kasih juga telah pernah menjadi pelengkap dalam hidup gua semoga kita bisa dipertemukan dengan takdir yang baik untuk kita kedepannya. Apapun yang terjadi gue selalu mengucapkan ini sama dia "Jaga mata, jaga hati, jaga perasaan. This is my heart, This Is my soul. I will be here forever"

Hope

Mungkin kita semua tidak asing dengan cerita manga dari serial Naruto Shippuden. dari cerita tersebut kita mengenal sosok Itachi yang diketahui Ia merupakan Kakak dari tokoh salah satu yang bernama Sasuke. Tapi di sini kita tidak membahas terkait tentang Itachi, Tetapi bagaimana sikap dan tindakan yang ia lakukan untuk mendapatkan Harapan tujuan dalam hidupnya

Seperti yang kita tahu sebelumnya bahwa Itachi merupakan tokoh pengkhianat Desa Konoha yang membantai klannya dalam waktu satu malam atas perintah dari Hokage pengganti yaitu Danzo. Ia melakukan hal tersebut semata-mata bukan karena ia membenci keluarganya atau ia tidak sayang dengan keluarganya, justru Itachi ingin menyelamatkan klan dan desanya dari kepunahan. Ia melakukan hal tersebut Atas pertimbangan yang dalam dan dia harus mempertaruhkan jiwa raganya untuk hal tersebut, sehingga ia dibenci oleh adik kandungnya yang bernama Sasuke dan beraliansi pada Paint

Seperti halnya Itachi terkadang kita mempunyai harapan yang di mana harapan tersebut memang bisa berdampak baik atau buruk.Tapi,  dari hal tersebut kita dapat memperoleh banyak pelajaran. sebenarnya lawan kata dari kebahagiaan itu bukanlah sedih ataupun marah tetapi putus asa atau tidak adanya Harapan. Karena jika kita sedih atau marah itu menandakan bahwa kita masih memiliki kepedulian. Sementara jika kita hopeless atau putus asa itu kita berada di posisi abu-abu yang membuat kita tidak memiliki hasrat untuk hidup dan datar. 

Dalam hidup kita sering menemukan hal-hal yang orang lain anggap salah mungkin itu bisa jadi yang orang lakukan itu adalah benar. kebenarannya itu untuk apa ya mungkin orang tersebut mempunyai secerca harapan yang bisa menyelamatkan lingkungan sekitar ataupun orang itu sendiri. Ada sebuah paradoks yang bisa diambil dari hal ini "dunia ini semakin berkembang banyak sekali obat yang diciptakan sehingga angka kematian semakin kecil. Kita memiliki internet sehingga kita bisa akses informasi dari mana saja. Peperangan pun berkurang sangat drastis. tetapi, kenapa kita semakin ke sini malah semakin depresi dan tertekan padahal keadaan semakin membaik dengan adanya banyak kemudahan" Jawabannya ialah karena krisis harapan. 

Dan ada tiga komponen yang dapat membimbing harapan kita yaitu kontrol, value dan komunitas. kontrol di sini berguna untuk mencapai sebuah harapan tadi, kemudian value ialah dapat mengetahui sesuatu penting apa yang dapat dikejar kemudian dan yang terakhir komunitas ialah lingkungan yang mendukung karena memiliki value yang sama. Jika hilang satu diantara ketiga ini, maka akan hilang harapannya. Tetapi jika kamu yang merasa janggal dengan konsep Harapan ini, kamu bisa jadi benar karena Harapan itu bersifat destruktif atau menghancurkan.

Bayangkan begini Itachi yang mempunyai sikap heroik dengan cara membantai klannya sendiri dan menyelamatkan adiknya untuk desa. itu semata karena Itachi tahu bahwa Klan Uchiha akan melakukan kudeta pada Konoha sehingga menjadi peperangan besar dan itu berakibat fatal. akibat dari harapannya menyelamatkan adik yang akan membunuhnya dikemudian hari. Atau contoh sederhananya ada anak yang ingin menjadi anak yang paling pintar di kelas berarti secara tidak langsung Ia juga mengharapkan ada seseorang yang bodoh di bawahnya. 

Harapan berarti menolak keadaan yang sedang terjadi jadi coba dipikirkan, semua yang kacau tidak membutuhkan harapan tapi harapan membutuhkan sesuatu yang kacau. karena hope merupakan sebuah hasil sekaligus penyebab dari kekacauan. Ada pendapat seorang filsuf "bahwa untuk membuat ini tidak kacau kita harus melihat sesuatu yang lebih dari sekedar harapan, lebih dari salah dan benar, melihat melalui amorpati atau mencintai Takdirmu. Daripada mengharapkan sesuatu lebih baik menjadi sesuatu"

Selasa, 18 April 2023

Pelajaran Mengarang

Pelajaran mengarang sudah dimulai.
"Kalian punya waktu 60 menit, "ujar ibu guru Tati. Anak-anak kelas 5 menulis dengan kepala hampir menyentuh meja. Ibu guru Tati menawarkan tiga judul yang ditulisnya di papan putih. Judul pertama keluarga kami yang berbahagia, judul yang kedua liburan ke rumah nenek dan judul yang terakhir ibu.

"IBU guru Tati memandang anak-anak manis yang menulis dengan kening berkerut. Terdengar gesekan halus pena pada kertas. Anak-anak itu sedang tenggelam ke dalam dunianya pikir ibu Tati. Dari balik kacamatanya yang tebal, ibu guru Tati memandang 40 anak yang manis, yang masa depannya masih panjang, yang belum tahu kelak akan mengalami nasib macam apa.

10 menit segera berlalu. Tapi Sandra, bocah 10 tahun belum menulis sepatah kata pun di kertasnya. Ia memandang keluar jendela. Ada dahan bergetar ditiup angin yang kencang. Ingin rasanya ia lari keluar kelas meninggalkan kenyataan yang sedang bermain di kepalanya. Kenyataan yang terpaksa diingatnya, karena ibu guru Tati menyuruhnya berpikir tentang keluarga kami yang berbahagia, liburan ke rumah nenek dan ibu. Sandra memandang ibu guru Tati yang dengan tatapan benci.

Setiap kali tiba saatnya pelajaran mengarang, Sandra selalu merasa mendapat kesulitan yang besar, karena ia harus betul-betul mengarang. Ia tidak bisa bercerita apa adanya seperti anak-anak yang lain. Untuk judul apapun yang ditawarkan ibu guru tadi anak-anak sekelasnya tinggal menuliskan kenyataan yang mereka alami. Tapi Sandra tidak, Sandra harus mengarang. Dan kini Sandra mendapatkan pilihan yang semuanya tidak menyenangkan.

Ketika berpikir tentang keluarga kami yang berbahagia, Sandra hanya mendapatkan gambaran sebuah rumah yang berantakan. Botol-botol dan kaleng-kaleng minuman yang kosong berserakan di meja, lantai bahkan sampai ke tempat tidur. Tumpahan bir berceceran di atas kasur yang spreinya terseret entah ke mana. Bantal-bantal tak bersarung, pintu yang tak pernah tertutup dan sejumlah manusia yang terus-menerus mendengkur bahkan ketika Sandra pulang dari sekolah.
"Lewat belakang saja anak jadah, jangan ganggu tamu mama, "ujar sebuah suara dalam ingatannya yang ingin selalu dilupakannya.

                                *****

15 menit telah berlalu. Sandra tak mengerti apa yang harus dibayangkannya tentang sebuah keluarga yang berbahagia.
"Mama, apakah Sandra punya papah?"
"Tentu saja punya anak setan! Tapi tidak jelas siapa! Dan kalaupun jelas siapa, belum tentu ia mau jadi papah kamu! Jelas? Belajarlah untuk hidup tanpa seorang papa! Tahi kucing dengan papa! "
Apakah Sandra harus berterus terang? Tidak, ia harus mengarang. Namun ia tidak punya gambaran tentang sesuatu yang pantas ditulisnya.

20 menit telah berlalu. Ibu guru Tati mondar-mandir di depan kelas. Sandra mencoba berpikir tentang sesuatu yang mirip dengan liburan ke rumah nenek dan yang masuk dalam benaknya adalah gambar seorang wanita yang senang berdandan di muka cermin. Seorang wanita dengan wajah yang penuh kerut yang merias dirinya dengan sapuan warna yang serba tebal. Merah itu sangat tebal pada pipinya, hitam itu sangat tebal pada alisnya dan wangi itu sangat memabukkan Sandra.
"Jangan rewel anak setan! Nanti kamu kuajak ke tempatku kerja, tapi awas ya kamu tidak usah ceritakan apa yang kamu lihat pada siapa-siapa mengerti? Awas! "
Wanita itu sudah tua dan menyebalkan. Sandra tak pernah tahu siapa dia ibunya memang memanggilnya mami. Tapi semua orang didengarnya memanggil dia mami juga. Apakah anaknya begitu banyak tanda tanya ibunya sering menitipkan Sandra pada mami itu kalau keluar kota berhari-hari entah ke mana.

Di tempat kerja wanita itu meskipun gelap Sandra melihat banyak orang dewasa berpeluk-pelukan sampai lengket. Sandra juga mendengar musik yang keras tapi mami itu melarangnya menonton.
"Anak siapa itu?"
"Marti."
"Bapaknya? "
"Mana aku tahu ! "
Sunrise sampai sekarang tidak mengerti mengapa ada sejumlah wanita duduk di ruangan kaca ditonton semua lelaki yang menunjuk-nunjuk mereka.
" Anak kecil kok dibawa ke sini sih? "
"Ini di depan si marti. Aku tidak mungkin meninggalkannya sendirian di rumah, diperkosa orang marah repot nanti. "
Sandra masih memandang keluar jendela. Ada langit yang biru di luar sana, seekor burung terbang dengan kepakan sayap yang anggun.

                             *****

30 menit lewat tanpa permisi. Sandra mencoba berpikir tentang ibu, apakah ia akan menulis tentang ibunya? Sandra melihat seorang wanita yang cantik. Seorang wanita yang selalu merokok, selalu bangun siang yang kalau makan selalu pakai tangan dan kaki kanannya selalu naik ke atas kursi.
Apakah wanita itu ibuku, ia pernah terbangun malam-malam dan melihat wanita itu menangis sendirian. 
"Mama, Mama kenapa menangis mama? "
Wanita itu tidak menjawab ia hanya menangis sambil memeluk Sandra. Sampai sekarang Sandra masih teringat kejadian itu, namun ia tak pernah bertanya-tanya lagi ada titik Sandra tahu, namun ia tak pernah bertanya-tanya lagi. Sandra tahu setiap pertanyaan hanya akan dijawab dengan,
"Diam anak setan!" Atau " bukan urusanmu anak jadah! "Atau "sudah untung kamu kukasih makan dan ku sekolahkan dengan baik-baik, jangan cerewet kamu anak sialan! "

Suatu malam wanita itu pulang merangkak-rangkak karena mabuk tanda titik di ruang depan ia muntah-muntah dan tergeletak tidak bisa bangun lagi. Sandra mengepel muntahar-muntahan itu tanpa bertanya-tanya, wanita yang dikenalkannya sebagai ibu itu sudah biasa pulang dalam keadaan mabuk.
"Mama kerja apa sih?"
Sandra tak pernah lupa, betapa banyaknya kata-kata makian dalam sebuah bahasa yang bisa dilontarkan padanya karena pertanyaan seperti itu.
Tentu anda tahu wanita itu mencintainya. Setiap hari Minggu Wanda itu mengajaknya jalan-jalan ke plaza ini dan ke plaza itu. Di sana Sandra bisa mendapatkan boneka, baju, es krim, kentang goreng dan ayam goreng. Dan setiap kali Sandra makan wanita itu selalu menatapnya dengan penuh cinta dan seperti tidak puas-puasnya. Wanita itu selalu melapuk Sandra yang belepotan dengan es krim sambil berbisik, "Sandra, Sandra..... "

Kadang-kadang, sebelum tidur wanita itu membacakan sebuah cerita, dari sebuah buku berbahasa Inggris dengan gambar-gambar berwarna selesai membacakan cerita wanita itu akan mencium Sandra dan selalu memintanya berjanji menjadi anak baik-baik.
"Berjanjilah pada Mama, kamu akan jadi wanita baik-baik Sandra . "
"Seperti mama ? "
"Bukan seperti mama . Jangan seperti mama. "
Sandra selalu belajar untuk menepati janjinya dan ia memang menjadi anak yang patuh. Namun wanita itu tak selalu berperilaku manis begitu, Sandra lebih sering melihatnya dalam tingkah laku yang lain. Maka berkelebatan di benak Sandra bibir merah yang terus-menerus mengeluarkan asap, mulut yang selalu berbau minuman keras, mata yang kuyu, wajah yang pucat dan pager....
Tentu saja Sandra selalu ingat apa yang tertulis dalam pagar ibunya. Setiap kali pagar itu berbunyi kalau sedang merias diri di muka cermin, wanita itu selalu meminta sandera memecat tombol dan membacakannya.
DITUNGGU DI MANDARIN, KAMAR 505, PKL 20.00
Sandra tahu, setiap kali pagar ini menyebut nama hotel, nomor kamar dan sebuah jam pertemuan ibunya akan pulang terlambat. Kadang-kadang malah tidak pulang sampai 2 atau 3 hari. Kalau sudah begitu Sandra akan merasa sangat merindukan wanita itu tapi begitulah ia sudah belajar untuk tidak pernah mengungkapkannya.

                                *****

40 menit lewat sudah.
"Yang sudah selesai boleh dikumpulkan," kata ibu guru Tati.
Belum ada secoret kata pun di kertas Sandra, ia masih putih bersih tanpa setitikpun noda. Beberapa anak yang sampai hari itu belum mempunyai persoalan yang terlalu berarti dalam hidupnya menulis dengan lancar. Beberapa diantaranya sudah selesai dan setelah menyerahkannya segera berlari keluar kelas. Sandra belum tahu judul apa yang harus ditulisnya.
"Kertasmu masih kosong Sandra ? "Ibu guru tadi tiba-tiba bertanya.
Standar tidak menjawab. Ia mulai menulis judulnya ibu. Tapi begitu ibu guru tadi pergi, ia melamun lagi. "Mama, mama" bisiknya dalam hati. Bahkan dalam hati pun Sandra telah terbiasa hanya berbisik.
Dia juga hanya berbisik malam itu, ketika terbangun karena dipindahkannya ke kolong ranjang. Wanita itu barangkali mengira ia masih tidur. Wanita itu barangkali mengira karena masih tidur maka Sandra tak akan pernah mendengar suara lengkuahannya yang panjang maupun yang pendek di atas ranjang. Wanita itu juga tak mengira bahwa Sandra masih terbangun ketika dirinya terkapar tanpa daya dan lelaki yang memeluknya sudah mendengkur keras sekali. Wanita itu tak mendengar lagi ketika di kolong ranjang Sandra berbisik tertahan-tahan, "mama, mama"dan pipinya basah oleh air mata.
"Waktu habis, kumpulkan semua ke depan" ujar ibu guru Tati.
Semua anak berdiri dan menumpuk karangannya menuju meja guru. Sandra menyelipkan kertas di tengah.

                               *****

Di rumahnya, sambil menonton RCTI. Ibu guru Tati yang belum berkeluarga memeriksa pekerjaan murid-muridnya. Setelah membaca separuh dari tumpukan karangan itu, ibu guru Tati berkesimpulan murid-muridnya mengalami masa kanak-kanak yang indah.
Iya memang belum sampai pada karangan Sandra yang hanya berisikan kalimat sepotong:
Ibuku seorang pelacur.....

Senin, 07 November 2022

Selingkuh Bukan Hanya Milik Pria


Siapa yang sering mengalami sakit kepala tiba-tiba, baik setengah maupun seluruh kepala?

Menurut ilmuwan Italia dari University of Turin, orang yang tidak setia memiliki risiko lebih sering menderita sakit kepala. Hal ini merupakan akibat bahwa orang yang berselingkuh, cenderung lebih sering mengalami tekanan dan stres. Dan dari studi terbukti, hanya 14% istri yang selingkuh jika dibanding dengan para suami yang mencapai 22%.

Mengapa orang berselingkuh?

Paulo Coelho dalam bukunya yang berjudul Selingkuh mengatakan, “Cinta tidak cukup dan tidak pernah cukup. Cinta baru cukup jika dilengkapi dengan setia.” Tak harus selalu se-ia untuk setia.

Pertanyaan kuncinya, setiakah kita? Tanyakan ke diri masing-masing.

Teringat sebuah pernyataan sederhana:

“Carilah pasangan yang mencintai dan setia pada Tuhannya. Karena jika kepada Tuhan-nya saja dia tidak setia, jangan berharap ia akan setia kepadamu.”

Dan kata kuncinya, “Daripada menduakan, lebih baik mendoakan.”

Rabu, 21 September 2022

Membatasi diri bergaul dengan lawan jenis

Saat ini masyarakat Indonesia digemparkan dengan tersebarnya berita terkait perselingkuhan yang dilakukan oleh Reza Oktavian atau yang biasa disebut dengan Reza arap. Bahkan berita tersebut sempat menjadi trending topik beberapa hari di Twitter lantaran Reza arap adalah public figure yang banyak disorot oleh media. Dalam kasus ini Reza bahkan sempat digosipkan dekat dengan salah satu artis wanita yang berinisial R. Dan sempat menjadi buah bibir para netizen di media sosial.

Namun, tahukah teman-teman bahwa sebab terjadinya perselingkuhan itu mungkin bukan karena didasari niat. Bisa saja hal tersebut muncul karena adanya momen yang di mana momen tersebut bisa disebabkan karena sering bertemu ataupun obrolan yang sangat mendalam antara laki-laki dan perempuan yang mungkin dua-duanya sama-sama memiliki pasangan. Ya, mungkin di awal dari salah satu pihak akan mengatakan "ya kan cuma temen nggak lebih" tetapi dengan kata-kata tersebut bisa berefek akibat kesalahan yang terus dibiarkan.

Mungkin dari kalian masih mengingat pepatah jawa yang mengatakan "tresno iku jalaran Soko kulino" yang artinya "cinta itu bisa tumbuh karena terbiasa". Terbiasa Jalan berdua, terbiasa meluangkan waktu berdua, bahkan terbiasa curhat tentang kekurangan pasangan masing-masing. Hal tersebut bisa memicu adanya perselingkuhan. Disadari atau tidaknya tergantung bagaimana kalian menanggapinya.

Biasanya orang yang selingkuh awalnya tidak sadar bahwa mereka melakukan perbuatan yang mungkin menyakiti hati pasangan. Karena kamu mengira toh cuma teman dan teman kamu sudah memiliki pasangan ataupun tidak, kamu tidak memiliki batasan antara satu dengan lainnya. Akibatnya tingkat keintiman kamu dengan pasanganmu bisa kurang harmonis lantaran kamu lebih nyaman bercerita dengan teman lawan jenismu.

Memang tak salah pertemanan antara laki-laki dan perempuan. tapi yang salah adalah bagaimana cara kamu membatasi pertemanan tersebut. Apalagi notabenya kamu sudah tahu bahwa kamu memiliki pasangan dan kamu harus bisa menjaga batasan mana yang teman dan mana yang harus dilakukan sebagai seorang yang lebih dari teman. Kebanyakan orang-orang lupa dengan hal itu, sehingga dia tak sadar bahwa mereka sudah terjerat dalam lingkaran setan. Dampak dari perbuatan seperti itu hubunganmu bisa saja renggang atau hancur jika terus dibiarkan.

Sebagai manusia yang mungkin memiliki perasaan. Kita harus meminimalisir hal tersebut dengan cara kita berpikir lagi kedepannya "jikalau saya diperlakukan seperti ini, apakah saya marah atau tidak ?" Dan bagi para pasangan lebih dipertanyakan lagi sejauh mana hubungan kalian dan apa yang harus dievaluasi kedepannya agar hubungannya lebih baik lagi. Memulai obrolan yang bisa diselesaikan bersama-sama dan menemukan jalan keluarnya. Jika ada masalah, jangan lari ke teman atau sahabat yang lawan jenis karena hal tersebut bisa memicu rasa kenyamanan dari salah satu pihak baik laki-laki ataupun perempuan.

Sebaik apapun hubungan kalian dengan teman lawan jenis. Seharmonis apa kamu, kamu harus punya batasan, karena jika kamu tidak memiliki batasan yang ada bisa terlewat batas. Ingat ! segala sesuatu yang berlebih itu tidak baik termasuk berhubungan intens dengan lawan jenis.