Senin, 11 November 2024

Hope 2

Dari tulisan yang pertama tadi gua mencoba untuk mengungkapkan Apa itu Harapan. Pada dasarnya setiap orang itu pasti memiliki harapan, begitupun gua tapi di sini yang ditekankan adalah harapan untuk hidup gua ke depannya. kita semua tahu bahwa sebelum dari cerita ini dibuat gua memiliki kisah jalinan Asmara dengan seseorang yang bisa gua anggap istimewa. 

Bagaimana tidak kita sama-sama membangun motivasi diri kita untuk berkembang lebih baik lagi. Kita menjalin hubungan itu bukanlah waktu yang sebentar yaitu delapan tahun, kita sama-sama mengejar cita-cita. Gua yang lebih memilih untuk mencari ilmu di Jawa Tengah sedangkan dia lebih berani lagi beberapa puluh kilo dari tempat gua mencari ilmu yaitu di Jawa Timur. Harapan itu kita bangun sama-sama karena kita mempunyai tujuan, yaitu ingin dibawa kemana hubungan ini.

Sampai dimana tahun-tahun awal ketika kita menjalani sebuah hubungan kita tidaklah merasakan sebuah rintangan yang berat. Tetapi rintangan itu datang ketika hubungan kita sudah menginjak usia yang ketujuh tahun ,yang dimana waktu itu gue sudah lulus sekolah dan melanjutkan studi gua untuk berada di bangku perkuliahan di Jakarta. Memang umur kita terpaut beberapa tahun yang sehingga kita tidak bisa menyepakati akan kemana kita akan berlabuh. Gua coba berbagai cara untuk membujuk pujaan hati gua tetap ada di kota gua ini. Ya tapi balik lagi Setiap orang pasti memiliki harapannya masing-masing, punya tujuannya masing-masing yang di mana waktu itu dia memilih untuk tetap fokus pada jenjang pendidikannya di tempat ia menimba ilmu. Gue tidak menyalahkan hal tersebut karena itu adalah jalan yang terbaik yang diambil

Mulai dari situ ada pergolakan hati di mana kita berdua sama-sama memiliki perasaan takut kehilangan satu sama lain, terlebih dia yang melihat gua di sini lebih gampang untuk berbaur kepada lawan jenis. Dan secara tidak langsung hal yang ia takutkan pun terjadi, sampai akhirnya dengan beberapa pertimbangan yang ada, kita memilih untuk sama-sama tidak memiliki ikatan. Dimana saat itu memang sangat gue yang sangat disalahkan karena gue merasa dia adalah orang yang terbaik buat gua sampai-sampai gue depresi kalah itu. Ya Gimana nggak depresi, gua punya tujuan yang udah gua bangun sejak hubungan ini dimulai, tapi harus Kandas dengan problematik yang mungkin menurut gua terlalu dini untuk cepat diselesaikan. 

Beberapa waktu setelahnya memang dia mengajak kita memulai lagi hubungan tersebut. Tapi, dari keputusan yang dia ambil pertama Gua merasa itu adalah keputusan terbaik untuk kita. Karena ini adalah jalan yang tepat untuk kita sama-sama memperbaiki diri kita masing-masing. Ya terkadang begitu, Harapan adalah sesuatu yang benar tapi harapan juga yang bisa membuat kekacauan. Dari kekacauan-kekacauan tersebut harapan berperan Andil dari kisah gua ini.

Harapan gua yang ingin menjadi lebih baik lagi supaya bisa memperbaiki diri gua untuk bisa bersama dia. Begitupun dia, Mungkin dia akan memantaskan diri lagi bagaimana nanti ketika ia akan bersama dengan orang yang dicintainya. Kita sama-sama mempunyai Harapan dan dari harapan tersebut kita harus mengorbankan sesuatu yang istimewa yaitu hubungan. Tapi yang akan kita dapat nantinya adalah sesuatu yang Istimewa.

Gua sudah lulus berpendidikan dan Sekarang saatnya gua untuk mengejar karir gua dan memperbaiki diri gua, Alhamdulillah hari ini gua sudah menjejaki diri gua dengan beberapa pengalaman di tempat kerja yang berbeda, bertemu dengan orang-orang baru, bertemu dengan momen-momen yang lebih menantang dan sampai di titik ini gue sudah sampai di karir yang di mana memiliki letak strategi di suatu perusahaan yaitu Quality Control (QC). Begitupun dia, kabar yang gua dapet dia adalah orang yang sudah luwes di depan umum, Sudah berani untuk berinteraksi dan menyampaikan pendapatnya serta sangat dikagumi oleh teman-temannya.

Mendengar kabar itu gua adalah orang yang senang dengan proses dan hasil yang ia dapatkan setelah kita memutuskan untuk hidup masing-masing. Entah tujuan kita mau ke mana nantinya, Yang jelas kita sama-sama memiliki harapan. Jika memang yang terbaik buat kita bersatu mungkin kita akan dipertemukan. tetapi jika kita tidak akan dipersatukan kita sudah punya hasil dari tujuan kita masing-masing.

Seperti kutipan yang gua kutip di akhir statement gua di tulisan sebelumnya ialah "bahwa untuk membuat ini tidak kacau kita harus melihat sesuatu yang lebih dari sekedar harapan, lebih dari salah dan benar, melihat melalui amorpati atau mencintai Takdirmu. Daripada mengharapkan sesuatu lebih baik menjadi sesuatu" Ya mungkin saat ini kita masih sama-sama mencintai takdir kita masing-masing. Entah bersatu atau tidaknya, entah bagaimanapun ceritanya. Kita akan menjadi sesuatu yang lebih baik daripada kita sebelumnya. 

Terima kasih sudah menjadi rentetan cerita dan karya yang pernah gua buat. Terima kasih juga telah pernah menjadi pelengkap dalam hidup gua semoga kita bisa dipertemukan dengan takdir yang baik untuk kita kedepannya. Apapun yang terjadi gue selalu mengucapkan ini sama dia "Jaga mata, jaga hati, jaga perasaan. This is my heart, This Is my soul. I will be here forever"

Hope

Mungkin kita semua tidak asing dengan cerita manga dari serial Naruto Shippuden. dari cerita tersebut kita mengenal sosok Itachi yang diketahui Ia merupakan Kakak dari tokoh salah satu yang bernama Sasuke. Tapi di sini kita tidak membahas terkait tentang Itachi, Tetapi bagaimana sikap dan tindakan yang ia lakukan untuk mendapatkan Harapan tujuan dalam hidupnya

Seperti yang kita tahu sebelumnya bahwa Itachi merupakan tokoh pengkhianat Desa Konoha yang membantai klannya dalam waktu satu malam atas perintah dari Hokage pengganti yaitu Danzo. Ia melakukan hal tersebut semata-mata bukan karena ia membenci keluarganya atau ia tidak sayang dengan keluarganya, justru Itachi ingin menyelamatkan klan dan desanya dari kepunahan. Ia melakukan hal tersebut Atas pertimbangan yang dalam dan dia harus mempertaruhkan jiwa raganya untuk hal tersebut, sehingga ia dibenci oleh adik kandungnya yang bernama Sasuke dan beraliansi pada Paint

Seperti halnya Itachi terkadang kita mempunyai harapan yang di mana harapan tersebut memang bisa berdampak baik atau buruk.Tapi,  dari hal tersebut kita dapat memperoleh banyak pelajaran. sebenarnya lawan kata dari kebahagiaan itu bukanlah sedih ataupun marah tetapi putus asa atau tidak adanya Harapan. Karena jika kita sedih atau marah itu menandakan bahwa kita masih memiliki kepedulian. Sementara jika kita hopeless atau putus asa itu kita berada di posisi abu-abu yang membuat kita tidak memiliki hasrat untuk hidup dan datar. 

Dalam hidup kita sering menemukan hal-hal yang orang lain anggap salah mungkin itu bisa jadi yang orang lakukan itu adalah benar. kebenarannya itu untuk apa ya mungkin orang tersebut mempunyai secerca harapan yang bisa menyelamatkan lingkungan sekitar ataupun orang itu sendiri. Ada sebuah paradoks yang bisa diambil dari hal ini "dunia ini semakin berkembang banyak sekali obat yang diciptakan sehingga angka kematian semakin kecil. Kita memiliki internet sehingga kita bisa akses informasi dari mana saja. Peperangan pun berkurang sangat drastis. tetapi, kenapa kita semakin ke sini malah semakin depresi dan tertekan padahal keadaan semakin membaik dengan adanya banyak kemudahan" Jawabannya ialah karena krisis harapan. 

Dan ada tiga komponen yang dapat membimbing harapan kita yaitu kontrol, value dan komunitas. kontrol di sini berguna untuk mencapai sebuah harapan tadi, kemudian value ialah dapat mengetahui sesuatu penting apa yang dapat dikejar kemudian dan yang terakhir komunitas ialah lingkungan yang mendukung karena memiliki value yang sama. Jika hilang satu diantara ketiga ini, maka akan hilang harapannya. Tetapi jika kamu yang merasa janggal dengan konsep Harapan ini, kamu bisa jadi benar karena Harapan itu bersifat destruktif atau menghancurkan.

Bayangkan begini Itachi yang mempunyai sikap heroik dengan cara membantai klannya sendiri dan menyelamatkan adiknya untuk desa. itu semata karena Itachi tahu bahwa Klan Uchiha akan melakukan kudeta pada Konoha sehingga menjadi peperangan besar dan itu berakibat fatal. akibat dari harapannya menyelamatkan adik yang akan membunuhnya dikemudian hari. Atau contoh sederhananya ada anak yang ingin menjadi anak yang paling pintar di kelas berarti secara tidak langsung Ia juga mengharapkan ada seseorang yang bodoh di bawahnya. 

Harapan berarti menolak keadaan yang sedang terjadi jadi coba dipikirkan, semua yang kacau tidak membutuhkan harapan tapi harapan membutuhkan sesuatu yang kacau. karena hope merupakan sebuah hasil sekaligus penyebab dari kekacauan. Ada pendapat seorang filsuf "bahwa untuk membuat ini tidak kacau kita harus melihat sesuatu yang lebih dari sekedar harapan, lebih dari salah dan benar, melihat melalui amorpati atau mencintai Takdirmu. Daripada mengharapkan sesuatu lebih baik menjadi sesuatu"