Kamis, 29 April 2021

CINTA DIMULAI DARI ANDA UNTUK ANDA 💝

Banyak wanita berkata:

"Saya tidak menggunakan lipstik karena memakai masker,
Saya tidak memakai riasan karena saya hanya akan memasak di dapur,
Saya tidak memakai parfum karena saya di rumah saja sepanjang hari".

Anda tidak perlu bepergian atau keluar rumah untuk berdandan dan berhias diri.

Ingatlah bahwa anda merias diri atau berdandan untuk diri sendiri, bukan untuk orang lain. Jangan mengabaikan penampilan anda hanya karena anda di rumah.
Mulailah melakukan sesuatu untuk anda dan hanya untuk diri anda.
Berdandan untuk anda, memakai parfum untuk anda, dengarkan musik, menari, bernyanyi dan rasakanlah 💃

Saat anda berdandan, memanjakan diri dan membuat diri anda lebih cantik, seluruh lingkungan anda terlihat dan terasa berbeda dan itu membuat orang memperlakukan anda secara berbeda.

CINTA DIMULAI DARI ANDA UNTUK ANDA 🥰

Rabu, 28 April 2021

Beriringan berdampingan

Setiap wanita memiliki masa lalu.
Ada yang dilecehkan secara fisik, ada yang memiliki orang tua yang kejam, memiliki masalah pubertas, mengalami pelecehan seksual dari anggota keluarga mereka sendiri, mengalami kisah cinta yang buruk. Beberapa dipaksa berhubungan seks atas nama cinta, dibius dan dilecehkan. Beberapa difoto dengan kejam di tempat tidur, diperas oleh mantan pacar mereka dan berada dalam hubungan yang kasar. Beberapa memiliki kecanduan narkoba atau alkohol karena orang tuanya bercerai. Beberapa mengalami percobaan bunuh diri yang gagal.

Jika Anda melihat seorang wanita, yang telah melalui semua ini tetapi sudah menyeka air matanya, mengikat rambutnya, menutupi kesedihannya dengan senyum ilahi, berdiri tinggi dan kuat, mulai berjalan menuju masa depannya karena ia masih memiliki harapan tersisa didalam dia dirinya dan belum menyerah pada konsep cinta yang masih ada di dunia ini, jangan menikamnya dengan masa lalunya. Jangan berhadapan dengannya. Jangan menamparnya dengan lebih banyak pelecehan. Beri jalan untuknya dan berjalan di sampingnya. Mungkin bisa memegang tangannya dan berjalan sebentar. Anda akan tahu betapa manisnya jiwa itu dan seberapa kuat harapannya. Anda akan kagum pada bagaimana dia membawa dirinya sendiri setelah semua energinya dihisap habis. Dia tidak harus selalu hanya wanita di sebelah yang tidak anda atau tetanggamu. Dia bisa menjadi teman anda sendiri, saudara perempuan anda sendiri, pacar anda sendiri, istri anda sendiri, bahkan mungkin ibu anda sendiri. Jangan menilai dia dari masa lalunya. Berikan padanya masa depan damai yang layak untuknya. Pegang tangannya melawan dunia.
Beri dia cinta yang selalu dia dambakan.

Sampai hari ini saya masih percaya satu hal bahwa setiap orang dilahirkan memiliki hati yang baik. Mari saling memeluk dan hidup saling berdampingan. Kita semua hanya perlu menghargai keputusan masing-masing dan tetap berjalan beriringan.

Istrimu adalah kebahagiaanmu

Ketahuilah bahwa tujuan utama dari pernikahan adalah untuk mengabdi, mendekatkan diri kepada Allah Swt., mengikuti sunnah Rasulullah Saw., dan menghasilkan keturunan. Karena melalui pernikahan kehidupan alam ini akan lestari dan teratur. Dan dengan meninggalkannya berarti sebuah kehancuran dan kemusnahan alam ini.
Hal yang maklum, takkan memanen tanpa menanam benih pada bumi, kemudian mengolah dan merawatnya melalui teori dan teknik pertanian. Dan juga perlu waktu beberapa lama hingga buahnya menjadi siap panen. Begitupula takkan terwujud seorang anak dan keturunan tanpa terlebih dulu memasukkan sperma suami di dalam indung telur isterinya. Allah Swt. berfirman:

نِسَائُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ وَقَدِّمُوْا لأَِنْفُسِكُمْ

"Wanita-wanita kamu semua adalah ladang bagimu. Maka datangilah ladangmu itu semaumu dan kerjakanlah olehmu (amal-amal yang baik) untuk dirimu sendiri." (QS. al-Baqarah ayat 223).

Ayat ini turun ketika kaum Muslimin mengatakan bahwa mereka menggauli isteri mereka dengan posisi berlutut, berdiri, terlentang, dari arah depan dan dari arah belakang.

Menanggapi pernyataan kaum Muslimin tersebut kaum Yahudi menyatakan: “Tidaklah melakukan hubungan semacam itu selain menyerupai tindakan binatang, sedangkan kami mendatangi mereka dengan satu macam posisi. Sungguh telah kami temukan ajaran dalam Taurat bahwa setiap hubungan badan selain posisi isteri terlentang itu kotor di hadapan Allah."
Lalu turunlah ayat di atas, Allah hendak membantah pernyataan kaum Yahudi tersebut.

Jadi dalam kandungan ayat ini menunjukkan diperbolehkannya seorang suami menyetubuhi isterinya dengan cara apapun dan posisi bagaimanapun yang ia sukai. Baik dengan cara berdiri, duduk atau terlentang. Dan dari arah manapun suami berkehendak, dari arah atas, bawah, belakang ataupun dari arah depan. Dan boleh juga menyetubuhinya pada waktu kapanpun suami menghendaki, siang ataupun malam hari. Dengan catatan yang dimasuki adalah lubang vagina.

a. Pengaruh waktu senggama:

1. Barangsiapa menyetubuhi isterinya pada malam Jum’at, maka anak yang terlahir akan hafal al-Quran.

2. Barangsiapa menyetubuhi isterinya pada malam Sabtu, maka anak yang terlahir akan bodoh.

3. Barangsiapa menyetubuhi isterinya pada malam Ahad, maka anak yang terlahir akan menjadi seorang pencuri atau penganiaya.

4. Barangsiapa yang menyetubuhi isterinya pada malam Senin, maka anak yang terlahir akan menjadi fakir atau miskin atau ridha dengan keputusan (takdir) dan ketetapan (qadha) Allah.

5. Barangsiapa menyetubuhi isterinya pada malam Selasa, maka anak yang terlahir akan menjadi orang yang berbakti kepada orangtua.

6. Barangsiapa menyetubuhi isterinya pada malam Rabu, maka anak yang terlahir akan cerdas, berpengetahuan dan banyak bersyukur.

7. Barangsiapa menyetubuhi isterinya pada malam Kamis, maka anak yang terlahir akan menjadi orang yang berhati ikhlas.

8. Barangsiapa menyetubuhi isterinya pada malam Hari Raya, maka anak yang terlahir akan mempunyai enam jari.

9. Barangsiapa menyetubuhi isterinya sambil bercakap-cakap, maka anak yang terlahir akan bisu.

10. Barangsiapa menyetubuhi isterinya dalam kegelapan, maka anak yang terlahir akan menjadi seorang penyihir.

11. Barangsiapa menyetubuhi isterinya dalam terangnya lampu, maka anak yang terlahir akan berwajah tampan atau cantik.

12. Barangsiapa menyetubuhi isterinya sambil melihat auratnya (vagina), maka anak yang terlahir akan buta mata atau buta hatinya.

13. Barangsiapa menyetubuhi isterinya di bawah pohon yang biasa berbuah, maka anak yang terlahir akan terbunuh karena besi, tenggelam atau keruntuhan pohon.

b. Senggama yang ideal:

Hendaknya bagi seorang suami memperhatikan 4 hal berikut:

1. Memegang kedua tangan isteri

2. Meraba dadanya

3. Mencium kedua pipinya

4. Membaca Basmalah saat hendak memasukkan penis ke dalam vagina.

مَنْ جَامَعَ زَوْجَتَهُ عِنْدَ الْحَيْضِ فَكَأَنَّمَا جَامَعَ أُمَّهُ سَبْعِيْن مَرَّةً

Rasulullah Saw. bersabda: “Siapa yang menyetubuhi isterinya saat ia menstruasi, maka seolah-olah ia menyetubuhi ibunya sendiri sebanyak 70 kali."

c. Nikmat dunia ada di wanita

Sebagian ulama dimintai komentar tentang seberapa banyak kenikmatan dunia? Mereka menjawab: “Kenikmatan dunia itu sangat banyak hingga tak terhitung jumlahnya. Allah Swt. berfirman:

وَإِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللهِ لاَ تُحْصُوْهَا

"Jika kamu hendak menghitung nikmat Allah maka kalian takkan sanggup menghitunya."

Namun kenikmatan terhebat teringkas pada 3 macam kenikmatan; yakni mencium wanita, menyentuhnya dan memasukkan penis ke dalam vagina."

وَنِعَمُ الدُّنْيَا ثَلاَثٌ تُعْتَبَر # لَمْسٌ وَ تَقْبِيْلٌ وَإِدْخَالُ الذَّ كر

Seorang penyair bersyair dalam bahar Rajaz-nya: “Kenikmatan dunia ada 3; yakni menyentuh, mencium dan memasukkan penis."

وَنِعَمُ الدُّنَْيَا ثَلاَثٌ تُحْصَرُ # دمَيْك كُوْلِيْت عَامْبُوْع كَارَوْ بَارعْ تُرُوْ

Penyair lain mengungkapkan: “Kenikmatan dunia itu teringkas dalam 3 hal; menyentuh kulit, mencium dan tidur bersama (senggama)."

(Refrensi kitab Fathul Izar)

Jumat, 16 April 2021

Privasi

Privasi adalah hak untuk dibiarkan, atau hak untuk mengontrol publikasi yang tidak diinginkan tentang urusan personal seseorang.

Manusia di mana pun berada memiliki ‘right to privacy’ sebagai ‘right to be let alone’. Atau secara sederhana: hak untuk tidak diusik dalam kehidupan pribadi.

Ini perlu menjadi perhatian karena di masyarakat telah terjadi salah kaprah, yang meyakini bahwa: Seorang publik figur dengan sendirinya tidak memiliki privasi. Masyarakat, bahkan publik figur itu sendiri selalu mengatakan, “Sudah menjadi risiko bagi kami untuk tidak memiliki privasi.” Pandangan ini sangat tidak benar karena semua orang (termasuk figur publik) punya privasi sebagai hak untuk menyangkut diri dia (diri personal). Bila menyangkut urusan publik, barulah seorang figur publik tidak bisa menghindar dari upaya publikasi, sebagai bagian dari transparansi tanggung jawab. Bahkan di Amerika sendiri, setiap orang yang merasa privasinya dilanggar, memiliki hak untuk mengajukan gugatan yang dikenal sebagai ‘Privacy Tort’.

Lalu bagaimana kalau orang itu sendiri yang membocorkan dan mengumbar rahasianya?

Semoga yang bersangkutan tahu dengan petitih sederhana ini bahwa: Siapa menabur angin, akan menuai badai.

Rasa malu mengumbar tidak datang, kecuali untuk membawa kebaikan. “Jaga privasi, jangan jajakan privasi.”

Dan dalam kehidupan cinta, kebersamaan, bahkan pernikahan:

Nikah, adalah menyatukan aku dan kamu menjadi kita, tanpa mematikan aku dan juga tidak mematikan kamu.

Dan terakhir, ingat ajaran baik ini:

Rahasiakanlah amalan baikmu, sebagaimana kamu rahasiakan dosa-dosamu :)

Kamis, 15 April 2021

Hakikat Cinta

Ada sejumlah butiran mutiara cinta berpendar malam ini. Yang pertama, saat kamu menemukan keberanian untuk menyerahkan hidupmu demi seseorang, saat itulah kamu memahami arti cinta.

Kalau kamu lemah dan pasanganmu pun lemah, jangan menyerah. Berdampinganlah untuk saling menguatkan, bukan saling meninggalkan. Dan ingat, cinta sejati itu tak ingin melihatnya terluka meski diri sudah tak lagi ada di hatinya.

Dan saat terluka dalam cinta, jangan pernah putus asa. Bukankah tiap tetes hujan yang putih, jernih dan bening, berasal dari awan yang gelap dan mendung?

Karenanya, katakan pada orang yang sedang kamu dekati: Jika mencintaimu adalah kesalahan, penjarakan aku di dalam hatimu, sayang, satu dan selamanya.

Dan, katakan pada orang yang kau cintai dan mencintaimu—yang mungkin sekarang ada di sampingmu, atau nun jauh berada di sana—seperti yang pernah diucapkan Sapardi Djoko Damono, “... Aku mencintaimu. Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu.”

Itulah cinta, mari rayakan, lebih dari itu, mari rasakan!

Rabu, 14 April 2021

Nasehat Syeikh Ibnu Athaillah As-Sakandari

Syaikh Ibnu Athaillah As-Sakandari berkata :
زينوا أعمالكم بالمعاصي و لا تزينوا نفسك بالطاعة
“ Hiasilah dirimu dengan maksiat dan janganlah dihiasi dengan ketaatan”. 

Maqalah ini merupakan maqalah untuk maqam tasawwuf, sehingga tidak bisa dimaknai secara langsung . Jika hanya diartikan secara lahiriyah saja, maka langsung bisa mengklaim bahwa Syaikh Ibnu Athaillah itu sesat atau salah.

Maksud dalam maqalah tersebut ialah jangan merasa banyak amal dalam hidup ini,namun merasalah banyak dosa dalam hidup ini. Kenapa kok demikian ? Karena jika kita selalu menghisai diri kita dengan perasaan bodoh dan meyakini bahwa kita memang manusia bodoh, maka kita tidak akan pernah memandang rendah orang lain dan tak akan pernah menimbang akan kestatusannya sebagai sarjana atau lulusan Pesantren misalnya. Kita juga harus selalu berada di 'maqam faqir' (kekurangan) agar selalu termotivasi untuk terus belajar dan tidak meremehkan orang lain. Oleh karenanya, orang ahli thariqah itu harus selalu merasa banyak dosa, ahli maksiat, bodoh, menghilangkan perasaan berhasil, menghilangkan perasaan bisa atau mampu, dan yang ada dalam diri dan jiwanya hanya perasaan ana ‘abdun faqiirun jaahilun (saya adalah hamba yang faqir dan bodoh), sehingga sebagai hamba atau kawulo benar-benar sadar bahwa diri ini adalah kawulo, dan terus semakin meningkatkan kekawuloannya, karena itu adalah salah satu fungsi dari thariqah, sehingga bisa mencapai inti tasawwuf yaitu tashfiyatu al-quluub wa tazkiyatu an-nafs (membersihkan hati dan menyucikan jiwa).tasawwuf itu menyangkut ilmu hati, sehingga orang dulu memaknai tasawwuf dengan sebutan aji roso/suroso.

Selasa, 13 April 2021

Gadis atau janda ?

Sang panutan, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan tegas mengatakan, “Seorang perempuan biasanya dinikahi karena 4 perkara: harta, nasab (keturunan), kecantikan, dan agamanya. Maka utamakanlah memilih wanita yang beragama. Kamu akan merugi bila tidak memilihnya.” Jadi, bukan perkara dia gadis atau janda.

Kalaupun ada perbedaan antara gadis dan janda, maka yang paling mendasar dalam ajaran agama adalah saat menerima lamaran. Seorang janda lebih berhak kepada dirinya sendiri; memberikan keputusan tentang pernikahan daripada walinya. Dan gadis, hendaknya dimintai izinnya dalam perkara dirinya; dan izinnya adalah diamnya.

Dan, tanda jodoh kita itu sekali lagi bukan soal janda atau gadis, bukan soal perjaka atau duda, tapi sangat simpel. Tanda jodoh itu 3M; siapa yang paling bisa memaklumi, memaafkan dan memotivasi kita ke arah yang lebih baik, dan mendorong kita untuk lebih giat mendekat kepada-Nya, insya Allah itulah jodoh kita.

Jadi, carilah sosok yang tak ingin apa pun selain pelukan menenangkan dari hanya satu orang: kamu. Dan, carilah pasangan yang hatinya hanya cukup untuk satu cinta: kamu. Yang selalu mengaminkan doa-doamu, yang tubuhnya penuh tabah.

Wanita wanita dari besi, bukan kaca

Berbicara tentang wanita, bukanlah suatu hal yang mudah. Karena tidak semua wanita adalah sama. Ada juga tipe wanita lain;

Mereka yang tidak membaca puisi,

Mereka yang tidak membeli buku,

Mereka yang minum kopi tapi bukan cappuccino di Starbucks,
Mereka yang tidak tahu siapa itu Aristoteles atau Jenifer Lopez, tetapi mereka tahu jalan ke sekolah, ke universitas, untuk mengantar anak-anak, cucu atau saudara mereka di sana.

Mereka yang bekerja di kantor, pabrik, bengkel,
mencuci, membersihkan, merapikan dan lain sebagainya.

Mereka yang bekerja diluar dan di dalam rumah selama 20 jam tapi mempunyai waktu untuk bermimpi.

Mereka yang tidak menggunakan tas Michael Kors tapi menggunakan tas kantong plastik.

Mereka yang tidak pandai dan tidak menggunakan teknologi tetapi selalu berusaha untuk mengetahui keadaan keluarga, anak-anak mereka dengan cara apa saja.

Mereka yang tanpa gelar "doktor atau sarjana" tetapi lebih bijaksana dan lebih pintar; dengan akal sehat, mulia, tenang dan bijaksana.
Mereka yang tidak memakai riasan atau membutuhkan pakaian atau sandal mahal untuk merasa perempuan.

Mereka yang adalah orang-orang yang anda lihat menjual buah-buahan di pasar atau di bawah jembatan, di kios dan jalan jalan yang bahkan tidak tahu tentang teknologi atau berbicara bahasa Inggris.
Tapi mereka tahu bagaimana mengatakan selamat pagi, selamat siang, meminta izin, terima kasih dan tolong, selalu dengan senyum.

Mereka yang seperti Ibu Pertiwi; pelindung yang subur, tenang, bijaksana, dan kuat.

Mereka yang sakit dan tidak mengeluh, apalagi mempublikasikannya di jejaring sosial.

Dalam setiap wanita ini, dihuni oleh cinta, pengertian, kebijaksanaan, kekuatan dan rasa hormat.

Cinta itu perasaan atau pilihan?

Cinta itu dimulai dari perasaan, namun perlahan seiring waktu, cinta menjadi pilihan.

Pada awalnya kita sering bingung antara jatuh cinta dengan mencintai.

Jatuh cinta adalah tahap di mana segala sesuatunya tidak berkomitmen dan kabur. Kamu tidak memikirkan jangka panjang. Bayangannya saja bahkan tidak terpikir olehmu. Yang kamu lakukan hanyalah menatap mata sang kekasih, menjalin jari-jari Kamu dengan jarinya, dan berpikir, "Astaga, jadi seperti inilah rasanya jatuh cinta."

Tapi itu baru permulaan.

Mencintai jauh lebih sulit. 

Mencintai adalah saat kamu mulai masuk ke dalam seluk-beluk hubungan. Saat itulah malam Minggu dihabiskan dengan berdiam diri, pertengkaran juga kesalahpahaman akan menjadi hal-hal yang lebih kamu kenal.

Mencintai adalah kamu melihat pasangan, dan kamu akhirnya menyadari:

Cinta sebenarnya adalah sebuah pilihan

Cinta itu keputusan yang sadar.  Jatuh cinta bukan lagi hanya perasaan hangat dan kabur, namu sudah menjadi komitmen. Cinta yang tetap mencintai bahkan ketika kamu tidak menginginkannya.

Kita terus mengagungkan dan meromantisasi jatuh cinta, tetapi dalam jangka panjang, cinta tidak lebih dari hal lain yang harus kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Saat kamu benar-benar mencintai seseorang, kamu tahan dengan semua omong kosong dan kekurangannya yang tidak masuk akal. Kamu tetap di sisi mereka, bahkan ketika keadaan menjadi sulit.

Mencintai itu..entah bagaimana melihat kilau pada seseorang, terlepas dari betapa membosankannya dia selama bertahun-tahun.

Dan setelah siang dan malam yang panjang, kamu melihat orang yang kamu cintai, yang kamu pilih untuk dicintai, pilihanmu.

Dan kamu berpikir, "Astaga, jadi seperti inilah rasanya mencintai."

Jatuh cinta adalah pilihan. Cinta itu asing dan menuntut, tetapi dengan orang yang tepat, cinta bisa menjadi salah satu hal terbaik yang pernah dialami dalam hidup.