Sang panutan, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan tegas mengatakan, “Seorang perempuan biasanya dinikahi karena 4 perkara: harta, nasab (keturunan), kecantikan, dan agamanya. Maka utamakanlah memilih wanita yang beragama. Kamu akan merugi bila tidak memilihnya.” Jadi, bukan perkara dia gadis atau janda.
Kalaupun ada perbedaan antara gadis dan janda, maka yang paling mendasar dalam ajaran agama adalah saat menerima lamaran. Seorang janda lebih berhak kepada dirinya sendiri; memberikan keputusan tentang pernikahan daripada walinya. Dan gadis, hendaknya dimintai izinnya dalam perkara dirinya; dan izinnya adalah diamnya.
Dan, tanda jodoh kita itu sekali lagi bukan soal janda atau gadis, bukan soal perjaka atau duda, tapi sangat simpel. Tanda jodoh itu 3M; siapa yang paling bisa memaklumi, memaafkan dan memotivasi kita ke arah yang lebih baik, dan mendorong kita untuk lebih giat mendekat kepada-Nya, insya Allah itulah jodoh kita.
Jadi, carilah sosok yang tak ingin apa pun selain pelukan menenangkan dari hanya satu orang: kamu. Dan, carilah pasangan yang hatinya hanya cukup untuk satu cinta: kamu. Yang selalu mengaminkan doa-doamu, yang tubuhnya penuh tabah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar