Rabu, 27 Oktober 2021

Semangat kebangsaan pemuda dalam mengambil peran perubahan

Sebagai generasi muda khususnya banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam benak kita. Tentang masa depan, kehidupan di ranah sosial bahkan tentang perasaaan kita sendiri itu bagaimana. Kita cenderung berfikir jauh lebih kedepan tanpa tahu bagaimana kita memulai dari mana, hal itu malah yang membuat kita menjadi pemuda yang enggan untuk memulai sesuatu karena sudah takut diawal.

Kita sebagai anak muda mempunyai kesempatan yang sama dengan pemuda lainnya. Ribuan pemuda yang ada di Indonesia sekarang mungkin belum bisa mendapatkan kesempatan sama seperti kalian. Bisa menempuh dunia pendidikan lagi, belajar dibangku perkuliahan lagi dan mungkin mempunyai jejaring dan relasi yang cukup untuk menyokong masa depannya kelak. Sama sama berjuang mungkin kadang kita memiliki pemikiran bahwa mereka yang merasa layak untuk dapat sesuatu yang lebih dari kita karena kita berada jauh dibawah mereka yang padahal saat ini status mereka sama seperti kita, yaitu sama sama masih belajar.

Para Pemuda selalu dikaitkan dengan dunia literasi bukan ? manakah bacaan yang telah dibaca oleh pemuda ? ada yang membaca 100 lembar per hari, ada yang membaca 10, 5 atau 3 lembar perhari. semua itu baik yang penting di hari ini itu bisa lebih baik daripada hari kemarin dan hari esok lebih baik daripada hari ini. Kita sebagai Pemuda harus memiliki prestasi yang memumpuni dalam bidangnya. Karena apa ? kita akan bersaing dengan dunia yang tak mempunyai penghalang antara ruang dan waktu. Semakin tahun semakin hari dunia akan semakin modern Less. tak akan dilihat lagi dari batas-batas negara ataupun sebagainya. kita bisa melihat perkembangan pendidikan di Amerika hanya dengan satu klik saja dan dunia tidak ada kata penghambat jarak antara ruang dan waktu. kita yang ada di Indonesia ataupun pemuda pelajar yang ada di Amerika sana.

Selama kita punya skill, punya kemampuan atas rata-rata. Teman-teman, dunia akan bisa kita genggam. Dimana bumi kita pijak disitu langit akan kita junjung. Kita akan tetap bermanfaat, skill kita akan tetap digunakan dipercayai oleh orang-orang sekitar dan pastikan kita tetap berada di titik puncak profesionalitas etos kerja kita. Kita sekarang yang masih berada di bangku Sekolah Menengah Atas mungkin akan menjajaki dunia baru Selanjutnya entah kita akan memiliki fashion yang berbeda. ada yang memilih Jalan Kesehatan ia masuk ke dunia kedokteran atau pun ke dunia kebidanan, ada yang mempunyai bakat dalam bidang kebahasaan ia akan masuk ke badan humaniora ataupun badan sastra dan pendidikan dan ada pula yang pintar dalam hal tata negara ia bisa masuk kedalam ilmu hukum ataupun ilmu politik dan sebagainya. Apapun yang akan kalian jalankan pastikan kalian ketap menjadi pemuda yang ada di titik paling atas di antara pemuda-pemuda lainnya.

Jangan mau jadi Pemuda medioker karena orang medioker yang berada di tengah-tengah, ia merasa adalah pemuda yang kurang ilmu dan tak mau menuntut ilmu. Mundur salah maju juga salah karena apa ? ia merasa belum cukup pantas untuk sampai di titik tertinggi pada bidangnya. Jadilah pemuda yang sempurna, karena yang sempurna belum tentu tanpa cacat. Tak ada gading yang tak retak. kita semua pasti pernah punya salah tapi jangan jadikan salah tersebut menjadi acuan kegagalan kita, jadilah pemuda yang terbaik pada bidangnya.

Pemuda yang terbaik pada bidangnya bukanlah Pemuda memikirkan dirinya sendiri mau jadi seperti apa dia ke depannya. Pemuda terbaik adalah pemuda yang bisa memberikan manfaat dan bisa memberikan ilmunya untuk pemuda-pemuda generasi selanjutnya dan mampu mengamalkan ilmunya di dalam ilmu yang positif dan mengaktifkan kultural baik yang telah dihidupkan oleh bapak pendidikan kita. Karena dunia tak kan pernah mencatat mereka yang paling kaya teman-teman. Tapi dunia akan mencatat mereka yang bisa mencetak generasi generasi unggul pada masa-masa berikutnya. Saya ambil dari contoh ini, disebutkan dari majalah Forbes yang karyanya diciptakan dan digunakan masyarakat dunia dari tahun 2010 hingga saat ini karyanya paling banyak digunakan di dunia internasional. Bill Gates penemu Microsoft. Bill Gates tak pernah dibahas lagi tentang kekayaannya. Majalah Forbes setelah selesai mencatat namanya sebagai orang yang terbaik pada bidangnya, semua orang mengakuinya. Dia naik satu tingkat lebih tinggi, Ia membuat Bill Gates Foundation dengan niat untuk bisa merangkul dan memeluk beberapa orang-orang yang mempunyai kemampuan besar untuk belajar dan membutuhkan. bukan hanya di Amerika Tapi bahkan di seluruh dunia. itu baru satu contoh yang kita pakai Bagaimana dengan contoh-contoh lainnya ada Khulafaur Rasyidin dan para sahabat yang sampai saat ini karya-karyanya masih bisa digunakan para generasi muda dan khususnya untuk para masyarakat dunia. Ada tidak adanya mereka manfaatnya prestasinya masih terus bisa dirasakan Sampai detik ini.

Jangan mau menjadi Pemuda eksklusif teman-teman yang hanya memikirkan dirinya seorang diri. "saya nanti ketika lulus sekolah ingin kuliah di mana", "ketika lulus kuliah Saya ingin kerja di mana". "Nanti gajinya berapa dan bagaimana kehidupan selanjutnya" SAYA, SAYA, SAYA. Dunia ini terlalu luas untuk masalah kecil yang kita pikirkan, dunia ini juga terlalu kerdil dengan satu pikiran yang mengganggu hanya di pikiran kita. Ayo kita ganti kata "SAYA" menjadi kata "KITA". Bagaimana kita di Indonesia khususnya 5 sampai 10 tahun kedepan, Dimanakah posisi anak muda ? Bagaimana dengan Indonesia 24 tahun dari sekarang yang berumur 100 tahun Indonesia merdeka nantinya akan ada evaluasi besar-besaran pada empat tujuan cita-cita bangsa pada saat pertama kali didirikan. Di mana posisi bangsa, negara, agama dan anak muda pada saat itu ? ketika kata "SAYA" diganti dengan kata "KITA" tak ada alasan dengan kita tidak ikut ngambil bagian. Karena kata "KITA" mengharuskan kita semua ikut serta mengambil bagian. Sekarang bukan masanya lagi seberapa besar bagian yang akan kita ambil, Sekarang saatnya adalah seberapa mau kita mengambil serta bagian untuk mengubah suatu perubahan besar.

Yang jelas teman-teman, generasi Z khususnya. Kita berbicara tentang pemuda yang masuk ke generasi 4.0 dan sekarang akan berkembang lagi menjadi 5.0. Itu sudah masuk ranah ini. Kita lah Pemuda sebagai subjek dan objek nya, sudah cukup pemuda yang dari dulu hanya menjadi penonton Sekarang ikut ambil peran sebagai pemain, sudah cukup Pemuda banyak diwarnai dan seharusnya sekarang pemudalah yang harusnya mewarnai. Daripada banyak pemikiran yang kita diwarnai oleh pemikiran yang realistis pesimis. Ayo kita warnai pikiran kita dengan pikiran anak muda yang menjadi pengaruh besar untuk kemajuan dan perkembangan bangsa dan negara bahkan anak muda seharusnya bisa menjadi ujung tombak dari kemajuan Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar