Kamis, 16 September 2021

Nangtung salam damai


beberapa waktu lalu aku mengikuti acara kegiatan pengabdian masyarakat di Sumedang lebih tepatnya di Desa Ciherang dusun nangtung Kecamatan Sumedang Selatan Jawa Barat. ya memang terkesan acaranya penuh dengan peristiwa-peristiwa yang tak bisa dilupakan. dan ada peristiwa yang sangat indah ketika aku berada di desa nangtung tersebut.

Aku mempunyai cerita yang mungkin semua orang tidak percaya dengan ceritaku ini. tapi ini aku merasakannya sendiri. untuk para pembaca mohon jangan menilai buruk saya terlebih dahulu, tapi inilah cerita saya, inilah yang saya rasakan ketika saya berada di sana. saya tidak ada niat untuk menjatuhkan kan beberapa instansi ataupun mahasiswa lain. tapi, inilah yang harus saya sampaikan agar membuat hati saya tenang kedepannya dan berbagi cerita kepada teman-teman semua.

Dari pertama, Awalnya aku biasa saja menjalani rutinitas sesuai dengan rundown acara yang telah disusun oleh para panitia. bermain berbincang dan berbaur kepada masyarakat sampai tiba malam hari ketika kita sama-sama bernyanyi di belakang rumah tempat kita bernaung. itu sangat tidak Terlupakan Karena jarang kita bisa menikmati indahnya suasana desa dan bernyanyi bersama dengan teman-teman. setelah kegiatan itu aku langsung pergi tidur karena badanku sudah tidak enak dari awal tapi aku tidak memikirkannya karena jika aku terlalu berlebihan merasakan, yang ada malah tambah semakin parah.

tepat pada jam 3 malam temanku membangunkanku dengan alasan, aku harus salat Padahal belum waktunya. maklumlah temanku ini Nasrani jadi dia tidak tahu jam berapa seharusnya orang Islam itu salat. karena sudah di Bangunkan aku tidak bisa tidur lagi dan aku memutuskan untuk bangun untuk bersiap-siap melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid terdekat.

Setelah beberapa saat perutku tiba-tiba mulas ingin buang air besar dan ada beberapa kamar mandi yang bisa digunakan untuk mahasiswa laki-laki untuk membersihkan diri ataupun MCK dan sebagainya. yang pertama ada di samping dapur, kedua ada di masjid dan terakhir ada di MCK . diss claimer dulu ya teman-teman sebelumnya. untuk kamar mandi pertama yang ada di samping dapur itu kamar mandinya tidak ada pintunya dan saya risih jika harus buang air besar di situ karena jujur itu sangat terbuka walaupun tidak ada orang di sekitar kamar mandi. yang kedua ada di MCK perlu diketahui sebelumnya MCK ini terletak jauh dari perkampungan masyarakat dan untuk ke MCK kita membutuhkan waktu sekitar 5 menit atau lebih untuk sampai ke sana dan jalannya pun harus melewati beberapa pohon Rindang yang mungkin membuat suasana menjadi mencekam ketika malam hari. yang terakhir dan paling aman ialah di mesjid karena sekalian mungkin aku harus menunggu adzan subuh untuk salat berjamaah di Masjid. akhirnya aku memutuskan untuk buang air besar di kamar mandi dekat masjid.

Baru saja aku masuk kamar mandi ada beberapa keganjalan yang menurutku tidak masuk akal yang pertama ada suara orang berbisik di samping Masjid lebih tepatnya di area tempat berwudhu para jamaah. suara itu Terdengar sangat jelas dan aku tidak mungkin salah mendengar karena di sekitar situ hanya ada aku saja dan belum ada orang sama sekali. ketika selesai buang air besar aku keluar dan memutuskan untuk wudhu sekaligus menunggu adzan subuh. niat ingin melakukan salat tahajud Tapi semua itu terhenti karena dari arah rumah yang ada di samping Masjid ada orang yang memanggil dengan teriakan "kadieu!!!" dan itu sangat keras. itu sangat jelas di telingaku sangat jelas sekali. spontan Hal itu membuat bulu Kuduk saya merinding sejadi-jadinya. aku sempat berhenti beberapa detik karena kejadian itu. kamar ada seseorang yang Melambaikan tangannya kepada aku dari arah belakang rumah tersebut di balik dinding dengan warna tubuh gelap pekat terlihat dari balik jendela dan pintu. dari kejadian tersebut aku memutuskan untuk tetap berada di samping Masjid karena aku bingung harus kemana. jikalau aku harus ke rumah, itu harus menempuh jalan yang masih sepi dengan suasana malam nya. aku tetap menunggu di samping Masjid. aku tidak memberanikan diri untuk masuk ke dalam masjid karena menurutku ada saja gangguan ketika kita melaksanakan salat tahajud di dalam masjid seperti beberapa kejadian yang pernah aku alami sebelumnya. suasana malam dengan angin yang masih sepoi-sepoi dan suara bambu yang masih Terdengar sangat jelas dari arah depan masjid membuat suasana semakin mencekam. sambil membaca beberapa ayat ataupun doa-doa yang aku hafal aku menunggu orang untuk sampai ke masjid dan akhirnya ada mang Ono yang masuk ke masjid untuk adzan subuh.

setelah kejadian itu Aku tidak berani menceritakan pengalaman ini kepada siapa pun sebelumnya karena aku masih bermukim di sana dan masih ada beberapa hari untuk tinggal di sana. sebelum pulang aku sempat bercerita kepada Mang Ono salah satu warga yang sering ke masjid tentang kejadian yang kualami, dan ternyata benar hal itu. aku semakin merinding dibuatnya. Dan sosok bayangan hitam yang ada dibalik pintu hanya ingin menyapa kepada warga baru disana.

pengalaman ini tidak lebih sama dengan pengalaman-pengalaman horor yang lainnya tapi ini aku merasakan sangat berbeda dan tidak hanya sekali dua kali tapi selama saya berada di sana dan kejadiannya pun sama rumah di samping Masjid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar