Gua selama menjadi mahasiswa itu pernah ikut demo sebanyak 3 kali. yang pertama itu di demo ketika 2019 lebih tepatnya ketika kita sama-sama menyuarakan hentikan atau cabut RUU KUHP yang waktu itu sempat digadang-gadang isinya itu banyak yang rancu gitu. Terus yang kedua itu di demo baru tahun lalu 2020, itu demo omnibus Law yang di mana disitu gue mengalami tragedi ya, tangan gue patah ketika lagi keos. dan yang terakhir itu ada demo waktu itu hari HAM sedunia yang di mana Gue di depan Monas jalan ke patung kuda sampai ke depan gedung Gubernur sama Duta Amerika.
ketika gua teliti lagi, ketika ada 1 Kasus yang di mana ada satu aksi yang harus dipelajari menurut gua itu adalah aksi kamisan. mungkin terdengar asing di telinga kita bagi anak-anak milenial generasi 2001 ke atas. tapi mungkin ini adalah aksi yang sangat memprihatinkan di era Orde Baru waktu itu, aksi kamisan adalah aksi yang dilakukan oleh Kebanyakan orang tua yang anaknya hilang waktu zaman Orde Baru. itu tiap Kamis dari jam 1 sampai jam 4 sore, Pakai Payung Hitam, atasan hitam dan bawahan hitam berdiri di depan Istana Presiden ngirimin surat teriak bareng-bareng nanya anak saya mana. bayangin setiap Kamis, selama 7 tahun mereka selalu tanya anak saya mana tapi nggak pernah dibales oleh Presiden waktu itu.
Coba bayangin kalau seandainya itu adalah posisi lu. lu punya anak masih kecil masih bayi lu gendong gendong lucu banget anaknya, terus beberapa tahun kemudian TK pulang sekolah nyanyi, nyanyian yang selayaknya anak-anak nyanyiin senang banget Ya nggak, terus SD lanjut SMP sampai SMA terus kuliah. ketika mau berangkat kuliah mereka izin sama mama nya mau kuliah terus mereka nggak pulang. sedih gak ? Kebanyakan yang ikut demo itu dia orang tua. Bu Sumarsih itu udah tua, rambutnya udah putih badannya udah rapuh, ya pokoknya udah tua lah itu masih ikut aksi tanya sama presiden anak saya mana kalau seandainya anak saya masih hidup tolong jawab anak saya di mana anak saya, Kalau seandainya sudah mati ya udah bilang anak saya sudah mati biar saya Berhenti Berharap.
kalau Berbicara masalah pelanggaran HAM yang ada di Indonesia, kasus pelanggaran HAM tertua yang ada di Indonesia itu terjadi pada tahun 1965 yang di mana pemberontakan PKI, Menurut data LSM sekitar 500.000 orang mati karena dituduh komunis. DITUDUH KOMUNIS ! baru dituduh dia bisa dibunuh. Matinya pun secara tidak layak, banyak kan ada yang dibunuh ada yang di tebas kepalanya, ada yang digantung, ada yang diadu, pokoknya disiksa dulu baru mati. It's okay komunis salah tapi kan menuduh orang komunis terus membunuhnya menjatuhi hukuman tanpa proses persidangan, begitukan juga salah. gila waktu itu parah banget sih, lu dituduh komunis aja bisa mati hari itu juga, bahkan saat itu juga ketika dituduh komunis.
jangankan menjadi komunis deh menjadi atheis aja itu lu bisa jadi musuh negara. udah jangan komunis menjadi gay di Indonesia itu hebat banget gua acungin jempol kalau lu berani terang-terangan buat ngaku kalau diri lu gay. karena gay di Indonesia itu sangat tabu, padahal ini adalah kebebasan mereka memilih. bahkan menurut gua, beberapa pengalaman gua orang yang gay itu bukan maunya dia, ya dia nggak bisa memilih dia mau gay apa nggak dia Bahkan dia nggak tahu dia itu gay atau nggak gitu loh.
ini waktu itu ada berita di TV. di Bandung polisi dan FPI bekerjasama sweeping atau menyisir atau bahasanya sidak gay di kos-kosan yang ada. itu menurut gue itu adalah hal yang sia-sia gimana nggak sia-sia coba kan kita nggak tahu ya maksud gue itu nggak bisa dikenali dari dari fisiknya yang ngondek pun belum tentu dia gay bisa bedakan gaya sama ngondek, ngondek itu ya udah bawaan dia Mungkin karena dia sering bergaul sama cewek cewek atau gimana Ya itu bawanya dia tapi dia itu belum tentu ngondek.
pokoknya banyak deh pelanggaran HAM itu setiap hari terjadi di Indonesia karena orang Indonesia masih buta akan pelajaran yang bernama Hak Asasi Manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar